12 Keuntungan Hulu Migas untuk Daerah

MANOKWARI, papuabaratnews.coKegiatan operasional hulu minyak dan gas bumi (Migas) merupakan salah satu sektor usaha yang berkontribusi terhadap roda perekonomian baik nasional maupun daerah.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengklaim, ada 12 keuntungan yang dapat dirasakan oleh daerah baik yang berdampak langsung maupun tidak langsung.

“Saya mencatat ada 12 keuntungan yang sifatnya berdampak langsung dan tidak langsung,” kata Kepala Kantor SKK Migas Perwakilan Papua dan Maluku, A Rinto Pudyantoro, saat memaparkan materi dalam kegiatan workshop virtual bagi para jurnalis, Senin (27/7/2020).

Ia melanjutkan, untuk daerah berdampak langsung akan memperoleh tujuh keuntungan. Pertama, tanggung jawab sosial industri hulu migas dilakukan secara industrial oleh SKK Migas maupun KKKS (Kontraktor Kontrak Kerjasama) secara bersama-sama yang diwujudkan dalam bentuk program untuk mendukung pemerintah daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kemarin ketika pandemi Covid-19 kita membantu pemerintah dengan pengadaan alat kesehatan dan lainnya,” kata dia.

Kedua, corporate social responsibility (CSR) murni dari perusahaan. Ketiga, dana bagi hasil (DBH) migas untuk daerah yaitu keuntungan dari kegiatan operasional yang dibagikan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten penghasil migas. Keempat, partisipacing interest 10 persen yakni memberikan kesempatan bagi masyarakat melalui BUMD untuk terlibat dalam kegiatan hulu migas atau hak keikutsertaan sebesar 10 persen. Kelima, pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD) artinya ada kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan migas saat beroperasi. Dana ini akan langsung ditransfer ke kas daerah. Keenam, PBB Migas yaitu kewajiban perusahaan membayar PBB baik itu dalam bentuk bangunan, area tanah, maupun hasil bumi. Ini dibayar melalui pemerintah pusat, kemudian pemerintah pusat akan menyalurkan ke daerah sekitar 92 persen.

“Dan yang ketujuh adalah tenaga kerja lokal. Kegiatan hulu migas itu daerah, tentu akan lebih optimal menggunakan tenaga kerja daerah yang qualified dan memenuhi syarat,” terang dia.

“Contohnya di Petrogas itu sudah banyak orang asli Papua,” kata Rinto menambahkan.

Sedangkan lima keuntungan yang akan dirasakan oleh daerah yang tidak berdampak langsung meliputi; Pertama, bisnis penyedia barang dan jasa lokal artinya kegiatan hulu migas memberikan multiplier effect kepada daerah untuk ikut serta dalam bisnis hulu migas melalui BUMD atau badan usaha lokal sesuai ketentuan yang ada. Kedua, penggunaan fasilitas penunjang operasi oleh masyarakat misalnya jalan utama untuk aktivitas produksi juga dapat digunakan oleh masyarakat. Ketiga, pasokan minyak bumi untuk ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Keempat, pasokan gas untuk bahan bakar kelistrikan di daerah.

“Sebetulnya ada keuntungan buat masyarakat yang terdapat perusahaan minyak yaitu ketersediaan BBM. Dan, kalau di Sorong sebagian besar bahan bakar kelistrikan disuplay dari Petrogas Sorong,” ujar Rinto Pudyantoro.

Kelima, industri turunan yaitu industri yang hadir setelah kegiatan hulu migas seperti genting oil dan industri pupuk. Sehingga, total keuntungan bagi daerah atas kegiatan hulu migas baik yang berdampak langsung maupun tidak langsung sebanyak 12 keuntungan.(PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: