Badut Brintas Sosialisasi Prokes Covid-19

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kepolisian merupakan salah satu institusi yang turut diberi tugas untuk menjaga keselamatan masyarakat di tengah pandemi virus corona.

Selain menjalankan peran utama sesuai dengan bidang penegakkan hukum, kepolisian juga memiliki tugas tambahan untuk memastikan masyarakat tertib protokol kesehatan untuk terhindar dari infeksi virus corona.

Beragam cara pun dilakukan dalam menjalankan peran ini. Mulai dari cara konvensional, hingga cara unik yang dilakukan jajaran Polda Papua Barat.

Kali ini, jajaran Polda Papua Barat melakukan sosialisasi dengan membagikan brosur yang berisi ajakan untuk menerapkan 4M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan) kepada warga dan pengendara dengan menggunakan kostum unik.

Selain mengenakan seragam tugas kepolisian, dua petugas yang menjadi ikon Badut Brintas dan Burung Zebra Mansinam juga tampil dengan menggunakan kepala badut bermasker.

Sosialisasi itu berlangsung di sejumlah jalan protokol di kota Manokwari, yang kerap menjadi pusat keramaian.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Komisaris Besar Adam Erwindi mengungkapkan, Badut Brintas dan Burung Zebra Mansinam merepresentasikan polisi yang humanis dan ramah kepada anak-anak, sehingga ketika ada pengendara yang membonceng anak, si buah hati tidak merasa takut.

“Kami sengaja hadirkan Badut Brintas, Burung Zebra Mansinam, dan sosok polisi untuk menyampaikan sosialisasi serta menarik perhatian anak-anak agar dapat diterima dengan baik,” kata Adam Erwindi.

Adam mengajak masyarakat untuk terus menerus menerapkan disiplin protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, serta menghindari kerumunan guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Dia juga menjelaskan dalam kegiatan ini petugas tidak hanya menyampaikan soal protokol kesehatan kepada warga, namun juga menyampaikan tentang keselamatan di jalan raya.

Dalam aksi kali ini, sebanyak 124 pengendara yang terjaring akibat tidak menggunakan masker dan helm saat berkendara. Tidak tanggung-tanggung para pelanggar prokes dan lalu lintas itu diberikan teguran dan di data identitasnya.

Penggunaan masker, kata Erwindi, sangatlah penting dalam mencegah penyebaran virus korona semakin luas. Selain itu, penggunaan hel juga menjadi kewajiban setiap pengendara guna keselamatan diri.

“Ada 124 masyarakat tidak menggunakan masker dan helm. Kemudian diberikan teguran dan pemahaman agar selalu menggunakan helm dan masker saat berkendara dijalan untuk keselamatan dan kesehatan,” paparnya.

Adam berharap upaya yang dilakukan ini dapat menciptakan komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Sehingga, pesan yang disampaikan pun bisa diterima dengan lebih efektif.

Hingga Rabu (10/2/2021), jumlah kasus positif Covid-19 yang dicatatkan Papua Barat sebanyak 6.918 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 509 orang merupakan kasus aktif dan sebanyak 111 orang meninggal dunia.

“Hari ini ada tambahan 23 kasus positif Covid-19, kasus terbanyak berasal dari Kabupaten Manokwari sebanyak 18 kasus, Kabupaten Teluk Wondama berjumlah 3 kasus, Kabupaten Manokwari Selatan dan Kota Sorong masing-masing 1 kasus,” demikian dilaporkan Satgas Covid-19 Papua Barat dalam keterangan resminya, kemarin. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 11 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: