Belajar Daring Merupakan Hal Baru

  • Dowansiba : Perlu Sinergitas Antara Guru dan Orang Tua

MANOKWARI, papuabaratnews.co Pandemi Covid-19 memaksa para siswa harus belajar dari rumah demi memutus penyebaran covid-19. Situasi tersebut memunculkan hal baru yakni pembelajaran yang dilakukan secara daring dan luring.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manokwari, Nelles Dowansiba menuturkan, pembelajaran secara daring ini merupakan sesuatu yang baru, terutama bagi para siswa dan orang tua. Belum lagi akses jaringan internet yang belum merata, kondisi ekonomi dan lainnya menjadi kendala tersendiri bagi pendidikan di Manokwari di tengah pandemi saat ini.

Segala keterbatasan inilah yang membuat para orang tua merasa berat jika proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Karena para siswa wajib memiliki gawai dan paket data agar bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar. Namun tidak semua orang tua bisa memenuhi hal tersebut.

“Saya melihat bahwa hal ini baru yang membingungkan dan menjadi masalah berat dan sulit untuk dilaksanakan. Banyak kita jumpai ketika guru di sekolah melaksanakan pelajaran online, mereka menyediakan materi tetapi tidak semua siswa memiliki handphone,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/7/2020) pagi.

Sinergitas Guru dan Orangtua

Nelles menjelaskan, keterbatasan tersebut tidak harus menjadi alasan bagi orang tua untuk tidak mendampingi dan mengawasi anak-anaka mereka. Dia menegaskan para orang tua harus bersinergi dengan para guru agar proses belajar mengajar dapat tetap berjalan.

“Orang tua tidak boleh beralasan terhadap situasi ini, harus ada sinergitas, harus ada kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua sehingga anak didik kita tidak tertinggal. Solusinya ketika sudah seperti itu harus ada kerjasama,” jelasnya.

Nelles mengatakan, dirinya telah menyarankan tiga hal ke para pengawas TK, SD dan SMP dan para kepala sekolah, yakni belajar lewat daring yaitu sistem aplikasi lewat online. Dimana guru menyediakan materi dan mengirimkan lewat aplikasi online.

Kemudian belajar luring, yaitu kepala sekolah mengarahkan anak guru untuk menyediakan ringkasan-ringkasan, modul, ringkasan materi untuk menugaskan kepada siswa. Bekerjasama dengan orang tua untuk menjemput tugas di sekolah dan mengawasi anak-anak mereka untuk tetap belajar di rumah.

Kemudian langkah ketiga, yakni para guru juga bisa mengajar, pengawas menugaskan mereka untuk membuat jadwal agar para guru bisa mengajar lewat RRI. Supaya anak-anak dan orang tua yang tidak memiliki HP android bisa mendengar siaran pengajaran melalui RRI dan bisa mencermati .

“Tiga langkah ini yang kami lakukan, saya sudah mengarahkan ke para pengawas dan untuk sekolah selanjutnya akan diarahkan oleh para pengawas. Tetapi teknisnya dilaksanakan oleh sekolah,” tandas Nelles.(PB19)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: