Cerita Markus Waran ketika Jadi Pasien Covid-19

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Bupati Manokwari Selatan Markus Waran, yang juga Calon Bupati Petahana, kini tampak sudah sibuk beraktivitas kembali mempersiapkan diri mengikuti tahapan pilkada selanjutnya.

Tetapi, jika diingat beberapa waktu yang lalu tepatnya pada 26 September 2020, ia mulai menjalani masa karantina karena divonis terpapar Covid-19.

Dia lalu mencoba menceritakan kembali pengalamannya saat menjalani masa karantina mandiri selama 14 hari di kediamannya di Kampung Oransbari Pantai, Distrik Oransbari.

Berikut ini pengakuannya kepada wartawan, yang ditemui Selasa (6/10/2020) di RS AL dr Azhar Zahir Manokwari sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai syarat mengikuti Pilkada Kabupaten Manokwari Selatan 9 Desember 2020.

Cerita bermula saat Markus Waran, pada 26 September 2020, atas inisiatif sendiri melakukan pemeriksaan atau swab tes untuk mengetahui apakah dirinya bebas dari Covid-19 atau tidak.  Ternyata hasilnya positif.

Markus Waran menuturkan, dia lalu menjalani masa karantina selama 14 Hari secara mandiri di kediaman pribadinya.

“Insisiatif saya jalani karantina mandiri di kediaman saya di Oransbari Manokwari Selatan sampai dengan waktu yang ditentukan dan melakukan sweb tes ulang ke dua kali masih tetap positif itu di Rumah Sakit Umum  Provinsi Manokwari,” katanya.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat Manokwari Selatan, terutama keluarga, para medis, dokter yang saat itu, setelah dinyatakan positif saya diberikan obat dan suplemen dan dikarantina,” katanya lagi.

Mematuhi prokes

Dia mengaku, tidak merasakan gejala sama sekali, karena saya masuk katagori Orang Tanpa Gejala (OTG),

“Memang pada saat saya kena (tertular, red) saya sesak saat bernapas, tetapi Puji Tuhan suplemen yang diberikan, obat dan vitamin saya istirahat teratur dan sembuh,” tuturnya.

Dia lalu mengimbau masyarakat untuk mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

“Jangan takut dengan Covid-19, yang penting kita mau melakukan apa yang diimbau pemerintah. Jaga jarak, cuci tangan, pakai masker dan lain sebagainya. Mari kita jalani itu sehingga kita memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Niscaya kita sama-sama menyelamatkan diri kita sendiri dan juga masyarakat,” katanya.

Cara Waran bangkit dan sembuh

Tidak mau terus terjebak dalam penyakit ini, Markus Waran memilih untuk melakukan kegiatan positif dan beristirahat selama menjalani karantina di rumah.

Dalam kesehariannya selama dirawat, dia mengaku banyak menghabiskan waktu dengan berdoa dan membaca.

Menurutnya membangun kesadaran dalam diri untuk melaksanakan protokol kesehatan menjadi kunci untuk terhindar dari Covid-19.

“Puji Tuhan dengan mengikuti arahan dokter saya pun mendapat mukjizat untuk sembuh. Meskipun sudah negatif, saya tetap menjalankan 3M,” katanya. (RED)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 8 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: