DAP akan Polisikan Maikel John Yerisetouw

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Koordinator Pokja Perempuan dan Anak Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay, Yuliana Numberi siap menempuh jalur hukum bagi Maikel John Yerisetouw (MJY) atas ujaran di media sosial Facebook yang dinilai telah merendahkan martabat dan harga diri perempuan Papua.

Yuliana mengatakan permohonan maaf yang telah disampaikan oleh pihak MJY melalui akun Facebook miliknya tidak dapat membatalkan proses hukum yang hendak dilayangkan oleh Yuliana Numberi selaku Koordinator Pokja Perempuan.

“Ini pelanggaran terhadap hak asasi perempuan Papua,  sangat disayangkan kalau MJY telah mengatakan hal-hal yang merendahkan perempuan,” ujarnya dalam konferensi pers,  di kantor DAP wilayah III Doberay Manokwari, Kamis (9/7/2020).

Menurutnya, permohonan maaf yang telah disampaikan MJY di media sosial Facebook tidak dapat dipakai sebagai dasar permohonan maaf. Pihaknya meminta agar MJY membuat surat permohonan maaf secara resmi dan ditanda tangani. Namun diungkapkannya proses hukum tetap berjalan.

“Kami telah menyiapkan pengacara dari LP3BH Manokwari untuk memproses laporan kami ke Polda Papua Barat,” terangnya.

Sementara itu, salah satu tokoh Perempuan Papua, Anike TH Sabami, meminta agar Dewan Adat Papua memfasilitasi proses penyelesaian jalur adat. Penyelesaian adat perlu dilakukan agar tidak memicu konflik baru antara perempuan Papua dengan MJY yang telah dituding menghina dan melecehkan perempuan dengan perkataan yang tidak bermoral.

“Kami meminta MJY membayar denda adat kepada perempuan di tujuh wilayah adat bagi 250 suku di Papua. Karena satu orang perempuan Papua dicubit itu berarti engkau mencubit semua orang yang ada di tanah Papua,” tandasnya.

Anike mempersoalkan penggunaan kata piala bergilir yang ditujukan bagi semua perempuan Papua. Pernyataan ini menurutnya telah merendahkan martabat dan melecehkan harga diri perempuan. Dia mengutip pernyataan langsung MJY dalam akun facebook-nya.

“Kenapa kakak kam laki2 Papua yang begini, senang perempuan pendatang sampe?” Pertanyaan ini sa sudah dengar hampir dari 4 orang. Sa senyum saja,  karena sa jawab nanti kam rasa tersakiti. Tapi hari ini sa jawab lewat status fb nie,  jawabannya begini, kam perempuan tanah itu kalau cantik sedikit kah atau bagus sedikit tuh, kam bikin kam pu jual mahal sampe tra jadi, su begitu baru semasa jayanya tuh kam jadi “piala bergilir” alias punya “sejarah panjang”. Jadi susah ya, laki2  Papua kaya kakak tong (yang biasa2 saja) ini berdiri bersanding dengan kam,  karena nanti terlalu banyak cerita orang dan itu bikin pusing. (PB22)

3 thoughts on “DAP akan Polisikan Maikel John Yerisetouw

  • 14 Juli 2020 pada 12:21 am
    Permalink

    Ada benarnya juga. Perempuan papua cepat tersinggung sampe seharusnya diambil sebagai bahan koreksi utk perbaikan.

    Balas
  • 14 Juli 2020 pada 12:20 am
    Permalink

    saya kira ada benarnya juga. seharusnya ucapan itu diambil sebagai kritik membangun utk perempuan papua.

    Balas
  • 12 Juli 2020 pada 5:12 pm
    Permalink

    Apa ini, belum ada permohonan maaf Dari MJY?

    Balas

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: