Dinas Pertanian Genjot Produksi Pertanian di Mokwam

MANOKWARI, papuabaratnews.co Untuk meningkatkan produksi pertanian di tiga kampung dataran tinggi Mokwam, Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Kabupaten Manokwari memberikan bantuan sarana produksi pertanian dan alat dan mesin pertanian (Alsintan), kepada 10 kelompok tani di kampung Kwau, Mokwam dan Bahamyeti, Distrik Warmare.

Kepala Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Manokwari, Kukuh Saptoyudo memaparkan, selain bantuan pertanian ada kegiatan pengembangan komuditas sayuran dataran tinggi, diantaranya budidaya tanaman kentang seluas 7,5 hektar. Budidaya tanaman wortel seluas 7,5 hektar, budidaya tanaman kubis/kol seluas 5 hektar, budidaya tanaman sawi putih seluas 5 hektar. Total luas lahan untuk pembudidayaan ini seluas 25 hektar.

“Ada tiga lokasi yakni Kampung Mokwam , satu kelompok tani seluas 2 hektar, Kampung Bahamyeti satu kelompok tani seluas 2 hektar dan Kampung Kwau delapan kelompok tani dengan luas 21 hektar,” jelasnya kepada awak media, Selasa (25/8/2020).

Kemudian jenis sarana produksi yang diberikan berupa benih sayur dataran tinggi sebanyak empat paket. Pupuk organik bokasi sebanyak 11.800 Kg. Jenis alat yang diberikan berupa enam unit cultivator, cangkul sebanyak 197 buah. Selain peralatan, petani juga mendapatkan biaya pembersihan lahan sebesar Rp. 1,5 juta per hektarnya.

“Untuk biaya pengolahan tanah sebesar Rp. 2 juta per hektar, biaya persemaian untuk masing-masing kampung sebanyak satu unit. Masing-masing unit mendapat Rp. 5 juta. Sementara biaya penanaman dan pemeliharaan sebesar Rp. 2 juta per hektarnya,” jelas Kukuh.

Wilayah distrik Warmare terdiri dari 31 kampung. 13 kampung di antaranya berada di dataran Mokwam yang lahan pertaniannya sangat potensial untuk di kembangkan.

“Ada kemauan yang sangat kuat dari masyarakat. Mereka (masyarakat) juga ingin seperti di daerah trans, yakni menggunakan teknologi pertanian,” jelas Kepala Distrik Warmare, Aswandi.

Selain pertanian, agrowisata juga sangat berpotensi di 13 kampung tersebut. Aswandi berharap kedepan ada perhatian khusus di wilayah 13 kampung terutama untuk jalan dan transportasi.

“Kita berharap Pemkab Manokwari dapat memprogramkan. Tidak harus pengaspalan, pengerasan jalan secara bertahap. Kita harus akui bahwa Manokwari sangat luas, membutuhkan dana besar sehingga pembangunan dilakukan secara bertahap,” harapnya.

Sementara (Plh) Bupati Manokwari, Edi Budoyo berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi petani guna meningkatkan ekonomi keluarga. Ia juga berharap kepada dinas pertanian agar dapat melakukan monitoring untuk menjamin difungsikannya bantuan tersebut.

“Kepada tiga kampung penerima bantuan agar dapat merawat dan menggunakannya dengan baik sesuai dengan peruntukannya, sehingga alat dapat bertahan lama,” harapnya.

Perwakilan masyarakat Kampung Kwau, Samuel Mandacan menyampaikan terimakasih atas kehadiran bupati di Kampung Kwau yang merupakan kampung terpencil di Manokwari. Ia juga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan, sehingga Kampung di daerah Mokwam dapat juga merasakan bantuan pertanian seperti kampung-kampung transmigrasi lainnya.

“Terimakasih sudah mengingat kami. Awalnya kami hanya menggunakan alat seadanya berupa sekop  dan linggis untuk menggali tanah,” ucapnya. (PB19)

**Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News, Edisi Rabu 26 Agustus 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: