DPR Minta Pemerintah Seragamkan Harga Rapid Test

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Masih bervariasinya harga Rapid Test yang dirasa memberatkan masyarakat kelas menengah ke bawah mendapat sorotan publik. Sejumlah kalangan menilai tidak seragamnya harga Rapid Test disinyalir berpotensi menyebabkan terjadinya praktek persaingan bisnis di dunia medis di tengah pandemi Covid-19.

Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Barat,  Saleh Siknun mengatakan penyamaan harga Rapid Test di Papua Barat harus mendapat intervensi pemerintah. Bila diperlukan maka keterlibatan aparat penegak hukum dapat dilibatkan, apabila ditemukan distributor menjual di atas harga yang wajar. Tingkat kewajaran harga Rapid diukur berdasarkan kondisi geografis daerah.

“Pemprov harus membuat harga batasan tertinggi Rapid Tes sehingga tidak mencekik masyarakat kecil,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media,  di Manokwari,  Senin (13/7/2020).

Saleh berharap peran aktif DPR di tingkat kabupaten/kota dalam mengawasi distribusi Rapid Test sehingga tidak memberatkan warga di daerah selama pandemi Covid-19. Dirinya optimis pengawasan dan keterbukaan tim gugus tugas Covid-19  Papua Barat akan membawa dampak yang baik bagi masyarakat terdampak di tengah pandemi.

“Kita berharap ini dapat kita kawal sama-sama, karena itu harus ada keterbukaan dari pihak terkait,” pungkasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: