Empat Daerah Masih Terkendala Verifikasi Data Faktual

MANOKWARI,  papuabaratnews.co – Meskipun jadwal pengumuman hasil seleksi CPNS Formasi 2018 tinggal sehari lagi, namun masih ada empat kabupaten yang sampai saat ini belum selesai proses verifikasi data faktual di Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia. Empat kabupaten itu adalah Kabupaten Maybrat, Tambrauw, Kaimana dan Fakfak.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua Barat, Yustus Meidodga mengatakan masih terkendalanya verifikasi data faktual calon ASN dari empat kabupaten itu tidak akan mengubah jadwal pengumuman hasil seleksi CPNS formasi 2018, pada Kamis (30/7/2020).

“Kesepakatan bersama antara gubernur dan bupati/wali kota se Papua Barat pada 2 Juli lalu terkait tanggal pengumuman pada 30 Juli besok tidak berubah. Hal itu sudah disepakati bersama,” ujar Meidodga kepada Papua Barat News di Manokwari, Selasa (28/7/2020).

Yustus menyebutkan BKD Provinsi Papua Barat dan Kantor Regional (Kanreg) XIV Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Papua Barat, terus berupaya melakukan pengecekan dan komunikasi dengan empat daerah yang sampai saat ini masih melakukan proses verifikasi data faktual itu. Upaya terus dilakukan agar segera selesai sehingga dapat diumumkan serentak pada 30 Juli 2020.

“Kami berharap hari ini atau besok, proses verifikasi data faktual di empat daerah itu bisa rampung, dan segera dilaporkan ke Gubernur. Sehingga bisa diumumkan secara serentak dengan daerah lain,” urainya.

Lebih lanjut Yustus memastikan kuota 80:20 antara OAP dan non OAP untuk pengumuman hasil seleksi CPNS Formasi 2018 tetap dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan daerah. Setiap daerah memiliki kesulitan dan kebutuhan yang berbeda secara khusus di sektor kesehatan dan pendidikan. Karena itu, menurut Yustus,  kebutuhan di sektor kesehatan tidak dapat dikompromikan jika memang tidak ada pencari kerja (pencaker) OAP yang memenuhi kuota itu.

“Misalnya kuota untuk dokter ahli, jika tidak ada pencaker OAP, maka posisi tersebut akan diisi oleh pencaker non OAP yang memenuhi syarat,” jelas dia.

Dalam kesempatan ini, Yustus membantah tudingan masuknya nama CPNS siluman yang menjadi titipan pejabat. Dia menegaskan saat ini praktek titip menitip CPNS sudah bukan jamannya, sejak dibukanya sistem perekrutan secara online dan terbuka. Sehingga hasilnya dapat diketahui secara langsung dan transparan.

“Jika besok ada yang belum lolos CPNS formasi 2018, mereka dapat mengajukan lamaran untuk CPNS formasi 2019,” tukasnya.

Diketahui kuota CPNS formasi 2018 untuk Papua Barat mencapai 6.000. Setiap daerah memiliki kuota yang berbeda sesuai yang diajukan. Di tingkat provinsi penerimaan CPNS mempriritaskan tenaga honorer yang selama ini telah mengabdikan diri.

Prioritaskan OAP

Sebelumnya, Jumat (24/7/2020), para pencaker asal Kabupaten Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak melakukan aksi demo damai di sela kunjungan kerja Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan ke dua daerah itu. Mereka menuntut agar perekrutan Aparatur Sipil Negeri (ASN) Formasi 2018 sepenuhnya mengakomodir OAP.

Gubernur Dominggus Mandacan mendukung penuh aspirasi yang disampaikan para pencaker itu. Menurut gubernur tuntutan yang diminta oleh para pencaker telah diperjuangkan semenjak tahun 2012 awal berdirinya Kabupaten Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak. Sejumlah upaya telah dilakukan oleh gubernur dan bupati agar kuota penerimaan CPNS asli Papua di setiap kabupaten/kota diisi oleh pencaker lokal.

“Apa yang adik-adik dan anak-anak sampaikan ini kami sudah perjuangkan. Kami  tidak tinggal diam, buktinya dari sistem online nasional telah diubah ke sistem online lokal,” ujarnya.

Gubernur menambahkan selain meminta perubahan sistem tes dari online secara nasional menjadi online lokal khusus Papua Barat. Dia juga terus meminta kebijakan khusus terkait kuota Orang Asli Papua yang awalnya 60:40 kini menjadi 80:20 bagi Papua Barat. Sehingga menurutnya dengan kebijakan pengisian kuota 80 persen bagi orang asli Papua dan 20 persen bagi non Papua.

“Saya yakin pasti dari ratusan formasi ini mayoritas pasti lebih banyak adik-adik dan anak-anak yang ada di daerah ini,” tukasnya.

Dominggus menuturkan jika penerimaan CPNS Formasi 2019 dan 2020 juga akan dimulai pada Agustus 2020 pasca diumumkannya hasil Formasi 2018. Karena itu dia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir apabila tidak lolos dalam seleksi CPNS Formasi 2018 ini.

“Bagi yang tidak lulus masih ada penerimaan tahap berikutnya untuk Formasi 2019 dan 2020, dengan prosentase yang masih sama yakni 80:20,” katanya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: