Kasus Covid-19 di Papua Barat Melonjak Tinggi

  • Didominasi Klaster Keluarga

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Jumlah kasus Covid-19 di Papua Barat, melonjak signifikan dalam sepekan. Penerapan protokol kesehatan (prokes) yang tak maksimal dinilai sebagai penyebab utama.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, Arnoldus Tiniap mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 di Papua Barat mayoritas berasal dari klaster keluarga.

“Klasternya mayoritas keluarga. Aktivitas masyarakat selama libur lebaran dan mudik jadi salah satu pemicu kenaikan kasus harian,” ujar Tiniap di Manokwari, Kamis 24 Juni 2021.

Arnoldus menuturkan, pihaknya sedang melakukan tracing atau penelusuran lebih dalam lagi ke lingkungan lain.

“Kasus kali ini agak susah, karena sudah menyebar ke mana-mana, awalnya memang dari klaster keluarga itu,” ucapnya.

Tiniap menjelaskan, kasus penularan Covid-19 kali ini beda dengan yang pertama tahun 2020.

“Tahun lalu penularannya hanya dari satu tempat, namun kali ini sudah masuk ke masyarakat jadi agak sulit untuk melakukan penelusuran,” terangnya.

Arnoldus mengingatkan, meningkatnya kasus Covid-19 di Papua Barat adalah akibat dari pengabaian protokol kesehatan.

“Sekarang kita memetik buah dari apa yang ditanam selama ini. Kami sudah mengingatkan terus menerus, namun masih banyak dari kita yang abai terhadap apa yang diperintahkan,” ujarnya.

Arnoldus menjelaskan, sebagai langkah penekanan kasus harian yang cenderung meningkat, Gubernur Papua Barat telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 061-2/1273/GPB/2021 tentang penyesuaian sistem kerja dan kehadiran ASN dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemprov Papua Barat dan masyarakat. Salah satu poinnya, memberlakukan pembatasan kerja di lingkungan perkantoran Pemprov Papua Barat.

Diantaranya, pegawai atau ASN yang melaksanakan tugas kedinasan di rumah wajib menjalankan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah dan tidak diperkenankan bepergian ke daerah lain, apalgi daerah terdampak.

Pengaturan jumlah pegawai yang melaksanakan WFO, paling banyak 50 persen pada unit kerjanya dengan memprioritaskan pejabat struktural atau pegawai yang melaksanakan tugas strategis dan 50 persen melaksanaan tugas kedinasan secara WFH.

Berdasarkan data Satuan Covid-19 Papua Barat, Kamis (24/6/2021), ada penambahan sebanyak 124 kasus sehingga total kasus terkonfirmasi di Papua Barat mencapai 9.936 kasus. (PB1)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 25 Juni 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: