Kasus Kematian Sumiati Simanullang Jalan di Tempat

  • Berkas tersangka belum dilimpahkan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kasus kematian Sumiati Simanullang (34) yang sedang ditangani oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Manokwari, masih berjalan di tempat. Sebab, Kejaksaan Negeri Manokwari sampai saat ini belum menerima pelimpahan berkas perkara terduga pelaku pembunuhan korban yang berinisial DI (28), sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian, pada Rabu (1/7/2020) lalu.

“Jangankan P21 tahap 2, tahap 1 saja belum. Belum ada pelimpahan, yang sudah kami terima dari Polres itu hanya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas tersangka berinisial DI,” kata Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Manokwari Roberto Sohilait kepada Papua Barat News di Manokwari, Kamis (6/7/2020).

Sejak korban ditemukan tewas mengenaskan di areal pemukiman penduduk Sowi Gunung Manokwari pada awal Maret lalu, DI masih menjadi satu-satunya orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. DI ditetapkan sebagai tersangka melalui proses penyelidikan yang panjang dan berlarut-larut. Hingga kini, perkaranya masih dalam penyidikan Polres Manokwari.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi mengatakan, DI telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti. Ini diperkuat dengan hasil autopsi jasad korban dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dugaan sementara, DI yang dendam tega membunuh korban dengan cara disuntik menggunakan senyawa kimiawi yang menyebabkan organ tubuh bagian dalam mengalami kerusakan. Hasil forensik menunjukan korban tewas akibat gagal pernapasan.

“Motifnya adalah dendam atau sakit hati. Tersangka DI menyuntik korban menggunakan cairan berwarna hitam sebanyak lima kali, dada, leher dan tangan. Hasil autopsi menunjukan, cairan itu ternyata dapat menyebabkan luka bakar dan korban meninggal akibat gagal pernapasan,” kata Erwindi beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, kasus pembunuhan tersebut masih dalam pengembangan, yakni melakukan pemeriksaan serta menyelidiki apakah masih ada pihak atau oknum lain yang terlibat. Sebab, senyawa kimiawi yang disuntikan ke tubuh korban dimungkinkan berasal dari suatu instansi farmasi, seperti Rumah Sakit ataupun Apotek.

“Kasus ini masih dalam pengembangan, penyidik masih dalami. Lebih rinci untuk motif dan modusnya terkait sakit hati dan zat kimia yang disuntikan itu, akan diungkap pada gelar perkara berikut,” kata Erwindi.

Sementara itu, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka DI kini diamankan di sel tahanan Polres Manokwari sembari menunggu proses hukum selanjutnya. DI dijerat melanggar Pasal 338 KUHP atau Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup atau paling lama pidana 20 tahun penjara.

Sumiati Simanullang ditemukan tewas pada hari Sabtu 7 Maret lalu, di semak rerumputan pinggir jalan setapak kawasan Sowi Gunung Manokwari yang ternyata tak jauh dari rumahnya. Korban ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan setelah sebelumnya dikabarkan hilang selama kurang lebih empat hari.

Korban yang merupakan tenaga honorer pada Dinas Kesehatan Manokwari itu, meninggalkan dua orang anak dan seorang suami. Sayang, tak berapa lama setelah kepergiannya, anak bungsu korban juga turut meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya. (PB13)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: