Keimigrasian Papua Barat Tindak 102 WNA

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Papua Barat, Anthonius M. Ayorbaba mengatakan, selama tahun 2018 dan 2019 hingga pertengahan tahun 2020, Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Non TPI Manokwari dan Kanim Kelas II TPI Sorong, telah melakukan penindakan keimigrasian terhadap 102 Warga Negara Asing (WNA).

“Tahun 2018 Kanim Manokwari menindak 14 WNA dan Kanim Sorong 30 WNA. Tahun 2019, Kanim Manokwari menindak 6 WNA dan Kanim Sorong 41 WNA. Sampai pertengahan tahun ini, Kanim Sorong menindak 11 WNA. Jadi total keseluruhan ada 102 WNA yang melanggar izin keimigrasian,” kata Ayorbaba kepada Papua Barat News, Sabtu (11/7/2020).

Sementara itu, selama kurun waktu dua tahun terakhir, dua Kanim tersebut telah menerbitkan 13.219 Paspor dan 1.238 Ijin Tinggal Kunjungan (ITK), 1.255 Ijin Tinggal Terbatas (ITAS), enam Ijin Tinggal Tetap (ITAP) dan 903 ITAS Perairan selama tahun 2018 dan 2019. Sejak itu, belum ada lagi Paspor ataupun ijin tinggal dalam bentuk apapun yang diterbitkan akibat pandemi global Coronavirus Disease 2019 atau Covid – 19.

“Jadi sampai saat ini kami hanya melakukan pengawasan terhadap WNA yang berada di Papua Barat. Akibat lockdown terkait pandemi Covid – 19, mereka tidak bisa kembali ke negara asal,” ujar Ayorbaba. “Secara spesifik untuk masalah pengawasan WNA, itu akan kita bahas bersama tim pengawasan WNA di awal Agustus nanti,” katanya lagi.

Perlu diketahui, bahwa pengawasan Kanim Manokwari mencakup lima wilayah, yakni Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan (Mansel), Pegunungan Arfak (Pegaf), Teluk Wondama, dan Kabupaten Teluk Bintuni.

Sedangkan, Kanim Sorong mendapat cakupan lebih luas dengan mengawasi delapan wilayah, yakni Kabupaten Sorong, Sorong Selatan (Sorsel), Raja Ampat, Fakfak, Kaimana, Tambraw, Kabupaten Maybrat, dan Kota Sorong.

Dalam pengawasannya terhadap kedatangan juga keberangkatan dari dan luar negeri, Kanim Manokwari mencatat ada sekitar 2.000 Warga Negara Indonesia (WNI) pada 2018, bertambah 56 WNI pada 2019. Sedangkan, WNA tercatat sebanyak 1.913 pada 2018 dan menurun menjadi 1.795 di tahun 2019. Lain halnya dengan Kanim Sorong yang mencatat sekitar hanya 43 WNA di 2018 dan bertambah menjadi 263 WNA pada 2019. (PB13)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: