Kejati Papua Barat Kawal Proyek Strategis Nasional

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kejaksaan Tinggi Papua Barat akan mendampingi pihak Balai Wilayah Sungai guna mengamankan serta mengawal proyek-proyek strategis berskala nasional yang saat ini pekerjaannya masih berjalan meskipun berada dalam masa pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Kepala Kejati Papua Barat Yusuf mengatakan pihaknya melalui Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah (TP4D) akan melakukan pendampingan agar proyek-proyek itu dikerjakan hingga selesai tepat waktu, tepat sasaran dan tepat anggaran.

“Dalam MoU ini, Kejaksaan akan memberikan tiga hal, yakni pertimbangan hukum (legal opini), bantuan hukum atau pendampingan (legal asistensi), dan juga tindakan hukum lain,” ungkap Yusuf usai penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Balai Wilayah Sungai Papua Barat di kantor Kejati Papua Barat, Manokwari, Kamis (9/7/2020).

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Barat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Bidang Sumber Daya Air, Alexander Leda mengatakan, nota kesepahaman ini dibuat di tengah kekhawatiran apabila ada pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan sesuai tenggang waktu yang ditentukan.

Alexander mengakui, pihaknya kerap mengalami banyak kendala terutama terkait masalah penyelesaian hak ulayat masyarakat adat dan yang terbaru adalah situasi pandemi Covid-19. Situasi pandemi ini mengakibatkan kurangnya tenaga kerja kompeten untuk pekerjaan di lapangan serta terhambatnya arus keluar-masuk barang karena terbatasnya moda transportasi.

“Itu semua menjadi kendala yang kami hadapi, tentu akan berdampak pada penyelesaian pekerjaan sebelum tenggang waktu. Dan bagaimana mengeksekusi akhir kontrak jika belum selesai, karena pekerjaan harus selesai dan harus bermanfaat,” ujar Leda.

“Jika belum selesai, berarti belum bermanfaat. Itu yang menjadi kendala buat kita dan akan dibicarakan lebih lanjut bersama pihak Kejati Papua Barat,” katanya lagi.

Kendati demikian, Alexander mengklaim bahwa sampai pertengahan 2020 pihaknya telah merealisasikan 60 persen progress fisik konstruksi yang mayoritas dari proyek itu berlokasi di area Manokwari Raya. (PB13)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: