Kemenkumham Beri Pelatihan Kepada 31 Tenaga Tukang

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Papua Barat, memberikan pelatihan keterampilan tukang kayu bagi 15 orang dan ketrampilan tukang batu untuk 16 orang warga jemaat Gereja Petrus Amban,  Distrik Manokwari Barat,  Kabupaten Manokwari.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kanwil Kemenkumham Papua Barat,  Asep Sutandar mengatakan, empat tenaga ahli tukang dari pegawai Kanwil Kemenkumham Papua Barat, diminta memberikan pelatihan ketrampilan tukang batu dan kayu kepada 31 warga jemaat Gereja GKI Petrus Amban,  Manokwari.

Empat tenaga ahli yang dimiliki Kemenkumham tersebut di antaranya, Robert Katiop pegawai Bapas Kelas 1 Manokwari, Hendra Palobo pegawai Lapas Kelas IIb Manokwari, serta Franko dan Rivandi yang juga merupakan pegawai Lapas Manokwari.

“Kantor Kemenkumham mengirim empat tenaga ahli teknis di bidang pertukangan dan batu untuk melatih 31 warga jemaat gereja,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari,  Rabu (28/10/2020).

Asep menyebutkan,  pelatihan tukang yang diselenggarakan bagi 31 warga jemaat gereja merupakan bentuk kerja sama Kemenkumham bersama  Sinode GKI di Tanah Papua melalui Klasis GKI Manokwari dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Papua dan Papua Barat.

Karena itu dia menyambut baik pelaksanaan pelatihan selama 1 minggu terhitung sejak 20 Oktober hingga 28 Oktober 2020, yang di berikan kepada 31 warga jemaat.

Pelatihan peningkatan skill yang dilakukan oleh Kemenkumham menjadi salah satu upaya mendorong peningkatan kualitas SDM dan skill masyarakat asli Papua. Harapanya setelah mendapat pelatihan dan memperoleh sertifikat tanda kemampuan dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Papua dan Papua Barat, mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Pelatihan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam meningkatkan skill masyarakat di Papua Barat sehingga dapat membuka lapangan kerja baru,” paparnya.

Senada dengan itu salah satu pegawai Bapas Kelas I Manokwari, Robert Katiop, yang menjadi salah satu tenaga pelatih ketrampilan tukang kayu membeberkan,  sebanyak 31 peserta pelatihan telah mengikuti pelatihan sesuai waktu dan materi yang ditentukan. Secara khusus untuk peserta tukang kayu sebanyak 15 peserta dinilai telah mampu mengerjakan pekerjaan pembuatan kuda-kuda untuk kosen,  jendela dan atap rumah. Sehingga ke depannya,  mereka mampu bekerja sesuai kemampuan dan skill yang telah diajarkan kepada mereka.

“Selama satu minggu ini kita fokus mendorong mereka menguasai teknik membuat kuda-kuda yang sangat diperlukan dalam pekerjaan pembangunan rumah,” terangnya.

Terpisah,  Salah satu peserta pelatihan tukang, Stenly Albert Dale Harewan mengaku bersyukur bisa terpilih mengikuti pelatihan tukang yang diselenggarakan oleh gereja dengan Kemenkumham Papua Barat. Bagi dia,  kesempatan mengikuti pelatihan menjadi sarana belajar untuk meningkatkan profesionalitas sebagai tukang. Sehingga dapat bekerja dengan baik dan mampu menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat di sekitarnya.

“Kami bersyukur bisa ikut pelatihan ini. Semoga Kemenkumham dapat menyelenggarakan lagi untuk peningkatan skill di tingkat selanjutnya,” pungkasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: