Ketua KPU : Pendistribusian Logistik Pemilu Papua Barat Sudah Selesai

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat, Amus Atkana, yang didampingi oleh ketua KPU Kabupaten Manokwari, Kapolres Manokwari beserta Damdim 180, secara simbolis melepas mobil pendistribusian logistik surat suara pemilu 2019, bertempat di halaman  kantor KPU Manokwari, Senin (15/4/2019).

Amus menerangkan, pendistribusian logistik surat suara dan kotak suara pemilu sudah tersalurkan diseluruh kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat. Logistik pemilu tidak ada masalah lagi semua sudah distribusikan.

“Baik Kabupaten Fak-Fak, Kaimana, Manokwari, Manokwari Selatan, Kabupaten Maybart, Kabupaten Pengunungan Arfak, kota Sorong,  Sorong Selatan, Tambrauw, Teluk Bintuni,Teluk Wondama,” katanya.

Dia menjelaskan, pendistribusian logistik pemilu 2019 berjalan baik walaupun pendistribusian melalui transportasi jalan darat dengan medan begitu sulit, namun kerjasama semua pihak akhirnya logistik diantar disetiap kabupaten/kota di Papua Barat berjalan lancar tanpa mengalami kendala maupun gangguan apapun.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Papua Barat dan Polres Manokwari yang sudah mengawal pendistribusian logisti tiba sampai ditempat tujuanya,” jelasnya.

Ketua KPU Papua Barat, optimis pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden (Pilres) pemilu serentak 17 April 2019 besok berjalan aman dan kondusif. Ia memastikan pelaksanaan pesta demokrasi di Provinsi Papua Barat tetap berjalan aman dan lancar.

“Kami pastikan, dan optimis pemilu 2019 di Papua Barat tetap berjalan kondusif,” tandas Amus.

Sejauh ini menurutn Amus, belum ada potensi yang mengarah kepada gangguan kamtibmas jelang pemilu yang tinggal satu hari lagi. Kendati demikian, pihaknya tetap berkoodinasi dengan pihak keamanan untuk memastikan penyelenggaraan pemilu 17 April 2019 tetap kondusif.

“Puji Tuhan sejauh ini belum mengarah kepada potensi gangguan keamanan jelang pemilu 2019. Sejauh ini Papua Barat masih kondusif ,” beberanya.

Amus juga meminta, seluruh pihak termaksuk anggota Polri dan TNI ikut bertanggung jawab dalam mengamakan suasana pesta demokrasi dengan harapan pemilu yang akan berlangsung besok dapat berjalan berjalan damai, aman, dan lancar.

“Tanpa dukungan semua pihak maka pelaksanaan pemilu di Papua Barat tidak berjalan optimal. Berkat kerjasama ini maka pemilu besok diharapkan dapat berjalan baik dan aman,” tegas.

Selain itu dirinya meminta masyarakat Papua Barat tidak menyebar hoax (berita bohong) selama pemilu 2019 ini. Saya berharap agar meciptakan kedamaian dan ketenangan selama pemilu 17 April 2019. Dia mengigatkan masyarakat bahwa meneruskan berita bohong dapat dikenakan pidana.

“Sebarkan berita bohong atau hoax dihukum 10 tahun penjara. Bila disebarkan mengandung ujaran dalam bentuk SARA akan dikenakan penjara paling lama 6 tahun penjara,”tegasnya.

Oleh karena itu, minta agar media massa, juga berperan penting untuk  mengawasi pelaksanaan pemilu ini. Dengan harapan bahwa pemberitaan yang diangkat itu fakta dan akurat sehingga tidak menyesatkan masyarakat.

Selain itu dengan dukungan keamanan penuh dari TNI dan Polri, maka masyarakat diminta untuk tidak ragu untuk datang menggunakan hak pilihnya di TPS untuk menentukan pemimpin masa depan Papua Barat lima tahun mendatang.(PB14)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: