Korban Meninggal Akibat Banjir di Sorong Bertambah

SORONG, papuabaratnews.co – Tim SAR gabungan kembali menemukan tambahan satu warga yang meninggal akibat banjir yang melanda Kota Sorong, Sabtu (18/7/2020). Total lima warga yang meninggal dan empat orang mengalami luka akibat bencana ini.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sorong Herlin Sasabone kepada Papua Barat News di Sorong, Sabtu sore (18/7/2020).

Herlin mengatakan, jenazah korban ditemukan di pantai kawasan Tempat Pelelangan Ikan Jembatan Puri, Distrik Sorong Manoi.

Diketahui korban berada di daerah yang dekat daerah aliran Sungai Remu. Korban terseret banjir pada Kamis (16/7/2020) malam hingga pantai di kawasan Jembatan Puri.

”Tim SAR mendapatkan laporan dari pihak keluarga bahwa salah satu anggota keluarganya hilang pasca-kejadian banjir. Akhirnya, berdasarkan proses pencarian yang tak henti, jenazah korban ditemukan di pantai. Korban telah dikuburkan pihak keluarganya pada Sabtu ini,” kata Herlin.

Ia menuturkan, BPBD Kota Sorong baru mendapatkan laporan dampak banjir dari tiga kelurahan. Sementara di Kota Sorong terdapat 41 kelurahan.

”Dari tiga kelurahan ini dilaporkan 10 rumah warga rusak berat. Kami masih mendata dampak banjir dan longsor di puluhan kelurahan lainnya,” tutur Herlin.

Membersihkan rumah

Ia menambahkan, tak ada lagi warga yang mengungsi ke rumah kerabatnya. Warga telah kembali untuk membersihkan rumahnya masing-masing yang terkena lumpur.

”Kondisi cuaca di Kota Sorong kembali cerah pada Sabtu ini. Namun, kami mengimbau warga tetap waspada karena prediksi BMKG masih terjadi hujan hingga akhir bulan ini,” tambahnya.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sorong dan Provinsi Papua Barat, hujan deras disertai petir terjadi sejak pukul 17.00 hingga pukul 21.000 WIT. Akibatnya, air meluap dari Kali Remu dan saluran drainase di Kota Sorong.

Banjir melanda lima dari sepuluh distrik di Kota Sorong. Distrik yang terkena dampak banjir terparah di Sorong Timur dan Sorong Utara. Ketinggian air mencapai 120 sentimeter.

Dari data sementara, banjir menggenangi 11 ruas jalan, tiga titik permukiman warga, satu tempat ibadah, satu rumah sakit, dan dua kantor.

Adapun titik longsor yakni permukiman warga di daerah Klademak, Jalan Danau Yenmur di Kelurahan Rufei, area dekat Markas Polres Sorong Kota dan taman SMP YPK Syaloom.

Hutan lindung dibabat

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat Charlie Heatubun mengatakan, penyebab banjir bukanlah faktor fenomena cuaca ekstrem yang melanda Kota Sorong semata.

Ia menilai, hal ini adanya keterkaitan dengan fenomena pembukaan area hutan lindung di Kota Sorong untuk aktivitas pembangunan dan infrastruktur perumahan. Selain, jalur daerah aliran sungai yang sebelumnya luas terus menyempit.

”Kami akan menyusun kebijakan untuk menyiapkan anggaran bagi kabupaten dan kota yang melaksanakan pembangunan dengan tetap menjaga lingkungan, misalnya tidak menambah mengurangi luas tutupan lahan hutan di daerah tersebut,” tuturnya.

Hasil studi Greenomics Indonesia mengungkapkan bahwa pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan sawit di Provinsi Papua dan Papua Barat selama 20 tahun terakhir (2000-2019) mencapai 1,2 juta hektar atau setara 18 kali lipat luas Provinsi DKI Jakarta.

Bantuan bagi korban

Pemerintah Kota Sorong menyerahkan santunan berupa uang tunai bagi keluarga korban meninggal dunia akibat banjir yang melanda daerah tersebut pada 16 Juli 2020.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Asisten III Setda Kota Sorong Rudy R Lakku, Kepala BPBD Kota Sorong Herlin Sasabone dan Dandim 1802/Sorong Letkol Inf Budiman yang melayat ke rumah duka korban Isak Ananisa Wakum dan Alex Ginuni, Sabtu.

Kepala BPBD kota Sorong, Herlin Sasabone mengatakan Pemerintah Kota Sorong telah memberikan bantuan uang tunai bagi dua keluarga korban yang meninggal dunia akibat banjir yakin Isak Ananisa Wakum dan Alex Ginuni.

Dia mengatakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah tersebut bertujuan guna meringankan beban keluarga korban dalam menghadapi musibah bencana alam banjir.

Menurut dia, dalam kondisi seperti ini keluarga korban sangat membutuhkan bantuan untuk proses pemakaman sehingga pemerintah hadir.

“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi keluarga korban di tengah suasana duka,” ujarnya.

Ia mengatakan selain bantuan uang tunai bagi keluarga korban meninggal dunia, pemerintah kota Sorong juga membagikan nasi bungkus bagi masyarakat yang rumahnya terendam banjir.

“Kami juga dibantu oleh Pertamina RU VII Kasim untuk membagikan bantuan bahan pokok, alat kebersihan, dan ribuan nasi bungkus bagi korban banjir dan longsor di kota Sorong,” tambah dia. (PB7/ANT)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: