Operasi Patuh Mansinam 2018 Serentak, Target Tekan Angka Kecelakaan

MANOKWARI, PB News — Operasi Patuh Mansinam 2018 dimulai serentak Kamis  (26/5). Di Papua Barat, ratusan personil dilibatkan dalam operasi yang berlangsung 14 hari tersebut. Selain kepolisian, dinas perhubungan dan TNI juga ikut terlibat.

Sasaran operasi adalah pengendara semua kendaraan, baik roda dua maupun empat. Termasuk angkutan umum atau barang.

Wakapolda Papua Barat Komber Pol Drs. Tatang menjelaskan Operasi Patuh Mansinam 2018 lebih menekankan pada penindakan terhadap pengendara di jalan raya. Polisi akan menindak mereka yang melanggar rambu lalu lintas, kelengkapan berkendara, dan surat-surat kendaraan.

Tujuannya meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. ”Operasi ini dilakukan selain untuk menekan angka kecelakaan, juga untuk menciptakan situasi kondusif menjelang bulan suci Ramadan dan arus mudik saat Lebaran. Karena itu petugas lebih banyak melakukan tindakan tegas,” kata Tatang

Wakapolda juga mengungkapkan, operasi kali ini memang lebih tegas daripada operasi simpatik. Yang dikedepankan adalah upaya represif. Polisi dipastikan mengeluarkan surat bukti pelanggaran (tilang) terhadap pengendara yang melanggar aturan.

”Termasuk terhadap anak di bawah umur yang membawa kendaraan saat berangkat sekolah, akan diberikan tindak tegas juga,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wakapolda juga membacakan amanat Kakorlantas Polri, Irjen Royke Lumowa yang menyebutkan bahwa tingkat kecelakaan secara nasional yang terjadi selama Operasi Patuh digelar terus meningkat.

Data kecelakaan lalulintas Operasi Patuh 2017 sebanyak 2.542 kasus, sedangkan 2016 ada 2.410 kasus. Jumlah korban luka berat juga meningkat dari 688 orang di 2016 jadi 724 di 2017. Meski demikian, jumlah korban meninggal turun. Di 2016 terdata 488 meninggal di 2017 jadi 412.

Kakorlantas berpesan agar dalam pelaksanaan Operasi Patuh para anggota tetap berpatokan pada SOP dan menghindari pungli. Sebaliknya, masyarakat jangan memberikan kesempatan terjadinya pungli.

Sementara itu, Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol Indra Darmawan Iriyanto, mengatakan, operasi kali ini, melibatkan anggota gabungan beberapa unit yang tersprint dalam operasi Patuh Mansinam 2018 sebanyak 50 orang, dan yang tersprint untuk masing masing Polres sekitar 20 – 25 orang.

“50 personil gabungan semua unit. Perintah Kapolri juga demikian, untuk mengantisipasi hal hal lain yang ditemukan selama operasi berlangsung,” jelasnya.

Meski begitu Indra pun turut menghimbau kepada masyarakat untuk patuhi peraturan lalu lintas (Lalin).

”Saya himbau kepada Masyarakat khususnya pengendara roda dua atau roda empat dll harus melengkapi surat kelengkapan kendaraan terutama ketika berkendara harus menggunakan helm demi keselamatan pengendara” imbuhnya (PB17)

Tentang Operasi Patuh Mansinam 2018

  1. Berlangsung 26 April – 9 Mei 2018.
  2. Anggota yang diterjunkan sebanyak 50 personil gabungan semua unit. Masing-masing Polres 20 – 25 personil.
  3. Pesonil yang diturunkan merupakan gabungan dari jajaran kepolisian, TNI dan Dinas Perhubungan.
  4. Kepolisian Papua Barat menargetkan menurunkan angka kecelakaan selama operasi berlangsung.
  5. Sasaran yaitu sepeda motor lawan arus dan serobot lampu merah, pengendara menggunakan hp, pengendara SPM berboncengan lebih dari satu, pengemudi dibawah umur dan tidak membawa SIM/STNK, melebihi batas kecepatan, pengemudi dan penumpang tidak pakai helm, safety belt.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: