Papua Barat Sepakat Usulkan Pemberian Kewenangan Diperluas

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat  Orgenes Wonggor bersama Ketua Majelis Rakyat Papua Barat Maxsi Nelson Ahoren sepakat meminta pemberian kewenangan kepada daerah diperluas.

Usulan pemberian kewenangan kepada daerah mencakup pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), hak politik bagi orang asli Papua di lembaga politik, dan penentuan kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Orgenes berharap pemerintah pusat memberikan kewenangan seluas-luasnya kepada daerah, karena selama pelaksanaan otonomi khusus, kewenangan daerah sangatlah terbatas dan bahkan sepenuhnya diatur oleh pemerintah pusat.  Kondisi ini menurutnya yang menjadi penyebab masyarakat Papua menilai Otsus gagal.

“Pemerintah harus memberikan kewenangan yang lebih kepada daerah. Jangan semua hal diatur lagi oleh pusat,” ujarnya di Manokwari,  Senin 3 Mei 2021.

Menurutnya, pemberian kewenangan ke daerah jauh lebih penting daripada menambah alokasi anggaran dana otsus ke Papua.

Dia menegaskan tuntutan utama masyarakat Papua bukan soal pemekaran atau penambahan Dana Alokasi Umum (DAU) nasional untuk Papua dan Papua Barat.

“Jakarta selalu berpikir menyelesaikan masalah Papua dengan menambah dana Otsus atau pemekaran.  Masalah Papua adalah pemberian kewenangan yang seluasnya ke daerah,” terangnya.

Senada,  Ketua Majelis Rakyat Papua Barat Maxsi Nelson Ahoren menegaskan aspirasi masyarakat asli Papua telah diterima oleh MRPB. Dia menyebutkan  aspirasi utama yang diajukan oleh masyarakat asli Papua adalah penolakan keberlanjutan otsus karena dinilai gagal membangun orang Papua.  Pemahaman ini muncul karena hak dan kekhususan orang asli Papua tidak diatur secara jelas dan tegas oleh pemerintah dalam UU Otsus.

“Banyak masyarakat menilai otsus gagal karena tidak ada prioritas dan kekhususan bagi orang asli Papua,” ujarnya.

Maxsi mengingatkan pemerintah pusat untuk tidak perlu takut untuk membangun dialog bersama pemerintah daerah dan MRPB. Menurutnya, dialog bersama antara pemerintah pusat dengan MRPB menjadi jembatan penghubung yang konstruktif bagi kepentingan masyarakat Papua dan negara.

“Pemerintah pusat jangan takut berdialog dengan MRPB. Karena kami adalah lembaga kultur yang diangkat oleh pemerintah sendiri,” katanya.

Pembahasan revisi UU Otsus

Sementara itu, Ketua Pansus Revisi UU Otsus Papua, Komaruddin Watubun menerangkan, proses pembahasan usulan revisi UU Otsus sedang berjalan. Saat ini DPR RI terus melakukan pertemuan baik di Jakarta maupun di Papua guna mengumpulkan pokok-pokok pikiran dan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan Otsus tahap pertama.

“Sampai saat ini DPR RI masih bekerja untuk menginventarisir masalah-masalah dari semua pihak,” ujarnya di Manokwari,  Senin (3/5/2021).

Komarudin menyebutkan Pansus akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan instansi teknis terkait, baik di daerah maupun pusat. Sejumlah lembaga yang akan diundang antara lain, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Panglima  TNI dan Kapolri terkait kebijakan keamanan dalam rangka pelaksanaan Otsus.

“Proses pembahasan masih terus dilakukan dengan sejumlah pihak untuk menemukan akar masalah selama pelaksanaan Otsus tahap pertama,” terangnya.

Ia menyebutkan persoalan yang muncul selama pelaksanaan Otsus tahap pertama, yakni terjadinya tabrakan undang-undang sektoral dalam pelaksanaan UU Otsus di Papua. Kondisi ini menyebabkan pelaksanaan UU Otsus di Papua tidak berjalan maksimal sesuai harapan masyarakat dan pemerintah daerah.

Pembahasan usulan revisi UU Otsus dengan sejumlah pihak baik pemerintah pusat maupun daerah bertujuan untuk mengharmonisasi pelaksanaan UU Otsus seirama dengan UU sektoral lainnya.

“Pembahasan utama yang kita lakukan juga agar tidak terjadi kembali tabrakan antara pelaksanaan UU Otsus dengan peraturan sektoral lainnya karena otonomi daerah,” pungkasnya. (PB22)

 

**Berita ini Telah Diterbitkan di harian Papua Barat News Edisi Selasa 4 Mei 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: