PCR Milik Pemda Manokwari Siap Difungsikan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Alat Polymerase Chain Reaction (PCR) milik pemerintah Kabupaten Manokwari yang didatangkan sejak Mei 2020 lalu akan segera difungsikan kepada masyarakat dalam dua minggu ke depan.

“Tenaga yang kita kirim untuk mengikuti pelatihan terkait teknik pemeriksaan swab dan operasional alat tersebut sudah tiba kembali di Manokwari,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alfred Bandaso kepada awak media, Rabu (15/7/2020).

Alfred Bandaso menyampaikan hal tersebut menanggapi desakan dari Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Manokwari terkait kapan dimanfaatkannya alat PCR yang sudah cukup lama didatangkan oleh pemerintah daerah.

Dia menjelaskan bahwa alasan belum dapat digunakannya alat tersebut sampai dua minggu ke depan karena 4 tenaga teknisi tersebut harus menjalani masa karantina mandiri selama 14 hari sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dirinya juga menambahkan, alat PCR yang akan digunakan di Manokwari sebanyak 2 unit sehingga dalam perjalanan pemanfaatannya nanti, tenaga terlatih tersebut bisa sambil mengajarkan ilmu yang mereka pelajari kepada tenaga baru yang disiapkan sehingga bisa membantu pengoperasian dua unit alat tersebut sekaligus.

“Jadi sambil menggunakan satu unit, mereka bisa sambil melatih tenaga yang ada sehingga bisa membantu kerja mereka nantinya,” lanjut Bandaso.

Dikatakannya dua unit alat tersebut akan ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Manokwari dan akan melayani seluruh masyarakat Manokwari yang melakukan uji swab.

“Target kami adalah bisa melayani seluruh masyarakat di Manokwari,” pungkasnya.

Bandaso seperti diberitakan sebelumnya oleh media ini mengatakan bahwa ruangan yang bakal digunakan untuk penempatan alat PCR serta tempat pemeriksaan swab terhadap sampel yang diambil oleh petugas dari pasien dipastikan telah siap.

Menurut dia, ruangan yang dimaksud adalah laboratorium baru milik RSUD yang sudah memenuhi standar minimal kesehatan yang berlaku karena dilengkapi dengan refrigerator atau mesin untuk mendinginkan.

“Jadi laboratorium ini nantinya sekaligus dipakai sebagai tempat menyimpan sampel swab yang telah diambil serta dijadikan sebagai ruang ekstraksi. Karen sampel sebelum diperiksa harus berada pada suhu 2 sampai 4 derajat celcius,” kata dia.

Dirinya juga menjelaskan bahwa selain menyiapkan laboratorium atau ruang penyimpan PCR, pihaknya juga sudah menyiapkan tenaga yang akan mengoperasikan alat tersebut.

“Tenaga yang kita siapkan juga tidak asal pasang. Harus dengan kualifikasi analis laboratorium,” tutup dokter Bandaso. (PB25)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: