Pemerintah Berupaya Percepat Herd Immunity di Papua Barat

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat melakukan berbagai cara untuk mempercepat terciptanya herd immunity. Salah satunya, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara massal selama tiga hari berturut-turut di Gedung Wanita Manokwari sejak Senin hingga Rabu (22 sampai 24 Maret 2021).

“Target utamanya adalah mempercepat tujuan terbentuknya kekebalan kelompok di kalangan masyarakat. Terutama pelaku layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marten Rantetampang ketika dikonfirmasi Papua Barat News, Jumat 19 Maret 2021.

Dalam perencanaan, sambung dia, pihak Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat bekerjasama dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Manokwari untuk mengupayakan pemberian vaksin tahap II termin ke-2 kepada 3000 sasaran penerima kepada pelayan publik dan lansia di Manokwari sebagai Ibukota Provinsi Papua Barat.

“Pelaksanaan vaksinasi dimulai puk 09.00 sampai dengan 13.00 WIT. Target ini dikondisikan dengan jumlah ketersediaan vaksin saat ini,” ucap Marten.

Sasaran penerima yang menjadi prioritas dalam pemberian vaksin secara massal tersebut antara lain, pegawai pemerintah baik ASN, honorer, tenaga kontrak dan tenaga penunjang teknis lainnya. Selain itu, sasaran penerima lainnya adalah tokoh agama, dosen, guru dan tenaga pendidik dan aparat keamanan.

Pemerintah juga menetapkan pekerja transportasi publik (tukang ojek, supir, taksi laut), pegawai hotel atau penginapan, pedagang (pasar, toko, swalayan, kios, warung makan, restaurant), pegawai perbankan, atlit, para ketua RT/RW dan pelaku usaha perkreditan dan pelaku usaha lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Juga kepada warga masyarakat kelompok lansia yang berusia di atas 60 tahun,” katanya.

Terpisah, Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Papua Barat Derek Ampnir mengungkapkan, target vaksinasi diikuti 1.000 orang per hari.

Kelompok sasaran dalam kegiatan inu termasuk aparat keamanan, atlet, pegawai perbankan dan pegawai hotel.

“Selain ASN dan lansia, juga ada dosen, guru dan tenaga pendidik lainnya. Termasuk pedagang, tokoh agama dan tokoh masyarakat,” jelas Derek.

Ia melanjutkan, kelompok prioritas ini telah disampaikan secara tertulis agar bersedia mengikuti vaksinasi.

Dia berharap dalam tiga hari pelaksanaan vaksinasi dapat terpenuhi sesuai target. Adapun yang hendak menjalani vaksin diharapkan memenuhi beberapa ketentuan.

“Pertama calon penerima vaksin tidak pernah didiagnosa terjangkit Covid sejak 10 Desember 2020 hingga sekarang. Kami juga persyaratkan harus membawa KTP asli,” jelas Derek.

Derek juga menyampaikan bahwa penerima vaksin harus sarapan pagi sebelum divaksin. Selama proses vaksinasi juga diminta tetap mematuhi protokol kesehatan.

Berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19 Papua Barat, hingga Mingg (21/3/2021), akumulasi kasus Covid-19 di Papua Barat mencapai 8.095 kasus. Dari jumlah itu, 572 kasus masih dalam perawatan, 7.392 kasus sembuh, dan 131 kasus meninggal dunia.

Pasien positif corona yang masih dalam perawatan terbanyak berada di Kabupaten Manokwari dengan jumlah 255 kasus, disusul Kota Sorong dengan jumlah 199 kasus. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 22 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: