Pemerintah Kabupaten/kota di Papua Barat Diminta Segera Input Data SAIK+

  • Optimalisasi PROSPEK Otsus

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat, diminta untuk segera menginput data kependudukan melalui aplikasi SAIK+ (Sistem Informasi & Administrasi Kampung/kelurahan).

Sistem pengelolaan data berbasis teknologi informasi ini, akan terkoneksi dengan pusat data di provinsi.

Dengan demikian, rencana pembangunan kampung melalui PROSPEK Otsus (Program Strategis Peningkatan Pembangunan Kampung Otonomi Khusus) berjalan tepat sasaran.
Kasubid Perencanaan Otsus Bappeda Papua Barat Miracle Ginuny mengatakan, SAIK+ dapat diakses melalui https://saikplus.papuabaratprov.go.id.

Ada lima kabupaten telah menerapkan aplikasi SAIK+ yang kemudian direplikasi di kabupaten/kota lainnya di Papua Barat.
Lima kabupaten itu adalah Kabupaten Sorong, Manokwari, Manokwari Selatan Fakfak, dan Kaimana.

“Kalau Manokwari itu inisiatif mencari tahu, dan empat kabupaten lainnya didampingi KOMPAK” ucap Miracle dalam acara News Café bersama jurnalis yang diselenggarakan di Sorong, Jumat pekan lalu (24/9/2021).

Hingga September 2021, sambung dia, data kependudukan yang terinput baru mencapai 128.609 jiwa dengan rincian OAP 87.185 jiwa dan non OAP 41.424 jiwa. Apabila ditinjau dari jenis kelamin, maka jumlah laki-laki yang telah terdata ada 66.436 jiwa, wanita 62.173 dan jumlah KK ada 33.438. Akan tetapi, bila dibandingkan dengan total penduduk di Papua Barat sebanyak 1.134.068 jiwa, maka progres pendataan masih perlu digenjot lagi.

“Kurang lebih sekitar 10 persen orang terdata dalam SAIK+,” ujar dia.

Kabupaten/kota yang telah menginput data dalam SAIK+ meliputi Kabupaten Manokwari, Sorong, Fakfak, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Kaimana, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Kota Sorong dan Tambrauw. Sedangkan kabupaten Teluk Wondama, Maybrat dan Sorong Selatan belum melakukan penginputan data.

“Kader sedang mendata sekarang ini, datanya bisa bertambah. Baru beberapa kabupaten yang datanya masuk sudah banyak,” tutur Miracle.

Data yang terinput, kata dia, membantu pemerintah daerah dalam mengidentifikasi permasalah yang menghambat program pembangunan pada sektor pendidikan, kesehatan dan pertumbuhan ekonomi. Misalnya, data warga yang putus sekolah dan lainnya.

“Penduduk Papua Barat yang sudah terdata ini keterangannya tidak sekolah ada 30 ribu lebih orang,” kata dia.

Ia menuturkan, aplikasi SAIK+ merupakan inovasi, integrasi dan kolaborasi data yang dikembangkan pemerintah untuk mendukung PROSPEK. Nantinya, data dasar yang direkap dari setiap kampung, kelurahan hingga distrik di seluruh Papua Barat, akan semakin berkualitas.

“Kita bangun sistem pendataan yang mendata semua orang di Papua Barat, mulai dari kampung, kelurahan, distrik, kabupaten/kota dan terakumulasi di tingkat provinsi,” ucap Miracle.

SAIK+, sambung dia, menjadi langkah efektif untuk mendata jumlah orang asli Papua (OAP) di setiap kampung di kabupaten/kota. Karena, OAP merupakan penerimaan manfaat dari PROSPEK Otsus tersebut.

“Dalam SAIK+ itu ada data OAP dan non OAP, datanya langsung dipilah,” ucap dia.

Miracle melanjutkan, dengan adanya SAIK+ maka administrasi pemerintahan, perencanaan pembangunan, peningkatan layanan dasar, dan pengembangan ekonomi kampung semakin baik. Pengelolaan data ini juga tetap merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

“Pemerintah provinsi juga sudah berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik Papua Barat, dan kabupaten/kota juga harus menjalankan kewajiban yang sama,” jelas dia.

“Miracle menerangkan, metode pengumpulan data pada SAIK+ dilakukan oleh kader kampung yang telah direkrut dalam PROSPEK Otsus. Namun, terlebih dahulu kader tersebut diberikan pelatihan agar mampu melakukan pendataan sebaik mungkin dan intensif.

“Kader kampung dilatih bagaimana cara wawancara dan kumpulkan data. Kemudian data itu di-entry di aplikasi SAIK+,” ucap dia.

PROSPEK Otsus

PROSPEK Otsus adalah program bantuan keuangan bagi distrik, kelurahan dan kampung dalam rangka meningkatkan pembangunan di wilayah perkampungan.

Program ini merupakan program inisiatif bersama antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota di Papua Barat. Sumber pendanaannya berasal dari dana Otsus, sehingga sasaran utama program adalah OAP.

PROSPEK Otsus resmi diluncurkan oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan pada 25 November 2020. Program tersebut sebelumnya bernama Dana Respek.

Miracle Ginuny menjelaskan, kegiatan PROSPEK Otsus antara lain penguatan sistem informasi dan administrasi kampung/kelurahan (SAIK+), penguatan sinergi bidang pembangunan kampung dengan unit pelayanan kabupaten di tingkat kampung (Sekolah dan Puskesmas), peningkatan kapasitas kader dan perangkat kampung/kelurahan, serta penguatan distrik dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kampung.

“Dire-branding dengan nama PROSPEK dan kegiatannya itu bukan hanya bagi-bagi uang,” ucap dia.

“Komponen belanja yang diperbolehkan itu hanya tiga, pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” ujar dia menambahkan.

Alokasi dana PROSPEK per kampung adalah Rp225 juta. Sehingga, total alokasi dana PROSPEK untuk 1.742 kampung di Papua Barat sebanyak Rp391,95 miliar.
Kemudian, alokasi untuk 92 kelurahan mencapai Rp13,80 miliar dengan nilai alokasi per kelurahan adalah Rp150 juta. Selanjutnya, total alokasi untuk 218 distrik sebanyak Rp21,80 miliar dengan alokasi per kelurahan adalah Rp100 juta.

“Mekanisme penyaluran yang dilakukan provinsi itu setelah pemerintahan kabupaten/kota mengajukan permintaan penyaluran ke kampung, kelurahan dan distrik,” jelas Miracle.

Transfer dana PROSPEK Otsus dilakukan secara bertahap melalui rekening kas umum daerah di masing-masing kabupaten/kota.

Selanjutnya, dalam kurun waktu 1X24 jam dana itu dicairkan ke rekening kas distrik, kelurahan dan kampung. Transfer dana PROSPEK tahap akhir dapat dilakukan apabila bupati/walikota telah menyampaikan laporan penggunaan dana PROSPEK tahap sebelumnya. (PB15)

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Senin 27 September 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: