Pemkab Tambrauw Diminta Fokus Tingkatkan IPM

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Akademisi Universitas Papua Manokwari Agus Sumule meminta Pemerintah Kabupaten Tambrauw untuk terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sumber daya manusia (SDM) masyarakat di daerah itu.

Permintaan itu disampaikannya dalam kegiatan diskusi publik bertajuk “Quo Vadis Kabupaten Tambrauw” yang digelar Pemuda Katolik Komisariat Cabang Tambrauw untuk menghormati konseptor Kabupaten Tambrauw, Yoseph Thomas Hay.

“Usaha meningkatkan IPM salah satunya dimulai dari pendekatan pendidikan,” ujar Agus Sumule, Rabu (19/8/2020).

Agus menyebutkan bahwa data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat tahun 2018, IPM Kabupaten Tambrauw menjadi yang terendah di Papua Barat. Hal ini mengindikasikan adanya kelambanan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan SDM di Kabupaten Tambrauw.

“Jumlah penduduk Kabupaten Tambrauw itu sebanding dengan jumlah mahasiswa di Unipa. Maka yang perlu didorong adalah SDM. Dengan sendirinya, indeks yang lain akan menyertai,” lanjut dia.

Dia menyarankan, untuk dapat keluar dari persoalan tersebut pemerintah daerah perlu berupaya untuk meningkatkan mutu peserta didik melalui kegiatan pembelajaran sepanjang hari. Kegiatan pembelajaran sepanjang hari tersebut harus juga disertai dengan pemberian gizi yang seimbang.

“Hal lain yang perlu diperhatikan adalah peningkatan tenaga pendidik dan penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai,” ujarnya.

Menurutnya, dengan memperhatikan data yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan tentang jumlah sekolah yang ada di Kabupaten Tambrauw pada tahun 2019, tercatat sebanyak 51 SD, 15 SMP, 5 SMA dan 3 SMK maka hal tersebut dapat dilakukan.

“Ini didukung oleh dana Otsus yang begitu besar. Pemerintah juga perlu menyiapkan perpustakaan sekolah dengan jumlah buku yang memadai dan kapasitas ruangan yang cukup untuk kenyamanan belajar siswa,” kata Wakil Rektor II Unipa ini.

Tokoh pemekaran Kabupaten Tambrauw, Barnabas Sedik mengatakan, dalam konteks arah pembangunan Kabupaten Tambrauw ke depan, yang dibutuhkan masyarakat adalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Tiga aspek itu menurutnya menjadi pilar utama pembangunan Kabupaten Tambrau untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“Karena itu pemerintah itu harus bisa mendengarkan kemauan rakyat, bukan mengikuti keinginan sendiri,” ujar Barnabas yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Manokwari itu.

Untuk bisa mewujudkannya, kata Barnabas, pemerintah perlu mengedepankan pendekatan pelayanan yang berbasiskan kearifan lokal. Ada banyak sekali potensi lokal yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menciptakan tatanan masyarakat adil dan makmur.

Menurut dia, selama ini pemerintah terkesan menunggu dana transfer yang dikirim dari pusat untuk dikelola. Sementara tidak ada usaha yang signifikan untuk mengelola sumber kekayaan alam yang ada di Tambrauw sebagai sumber pendapatan daerah dengan tetap melestarikan kearifan lokal masyarakat setempat.

“Selama ini pemahaman tentang Otsus adalah bagaimana mendapatkan jatah uang dari pusat. Tetapi setelah uangnya tiba, tidak dapat dikelola secara baik untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya. (PB25)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: