Pemotongan Hewan Kurban Wajib Menaati Protokol Kesehatan

MANOKWARI, papuabaratnews.co –Pemotongan hewan kurban pada Idul Adha yang jatuh pada 31 Juli mendatang wajib menaati protokol kesehatan sesuai surat edaran dari Direktorat Jenderal (dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan tentang pelaksanaan kegiatan kurban dalam situasi wabah bencana non alam Covid-19.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Manokwari, Esti Vivi Damayanti menerangkan, setiap masjid telah mempunyai kesiapan sesuai dengan protokol kesehatan. Dimana dalam pelaksanaannya juga akan disiapkan oleh masjid. Salah satunya menyediakan tempat cuci tangan, petugas yang terlibat khusus atau terbatas, penanganan dagingnya harus higenis serta distribusi daging dilakukan oleh pihak masjid.

“Masyarakat disarankan untuk tidak datang pada saat pemotongan, jadi menunggu saja dirumah masing-masing. Semoga bisa dilakukan pengawasan dari dinas seperti tahun-tahun sebelumnya,” terangnya saat dikonfirmasi Papua Barat News, Kamis (16/7/2020) pagi.

Terkait jumlah hewan kurban pada Idul Adha tahun ini, Vivi menyebutkan pihaknya belum menerima data dari pihak peringatan hari besar islam (PHBI) Manokwari.

“Belum ada data berapa jumlah hewan kurban. Belum ada info dari pihak PHBI terkait hal itu. Biasanya sehari sebelum pelaksanaan kita turun cek ke setiap masjid,” jelasnya.

Vivi memperkirakan ada penurunan jumlah hewan kurban jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Dimana pada tahun 2019 lalu sebanyak hampir 400 lebih ekor hewan kurban.

“Kalau tahun ini saya belum tahu, semoga saja tidak berkurang,” sebutnya.

Adapun dalam pelaksanaannya nanti, pihaknya mengimbau agar baik pemotongan hingga pendistribusiannya nanti wajib mematuhi protokol kesehatan.

“Wajib jaga jarak, pelaksanaan hanya bisa dilakukan oleh beberapa orang yaitu pejagal dan beberapa orang pembantu pejagal. Malah dalam surat tersebut pejagal diwajibkan menggunakan APD, bayangkan jika APD digunakan oleh pejagal, pasti susah sekali. Kita lihat seperti apa respon teman-teman masjid. Petugas yang melakukan pemeriksaan juga harusnya menggunakan PAD,” sambungnya.

Ia berharap semua dapat terlaksana secara baik dan lancar serta tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita tidak hanya periksa hewan kurbannya saja, tetapi orangnya juga. Maka yang memeriksa dan memotong harus sehat. Mulai dari pembelian sampai pemotongan harus sesuai dengan prosedur,” timpalnya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: