Penyuntikan Vaksin di Papua Barat Tembus 30 Ribu Dosis

Akselerasi penyuntikan vaksin Covid-19 di Papua Barat sejak vaksinasi tahap satu hingga tahap tiga sudah mencapai 30 ribu dosis.

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Progres vaksinasi massal di Papua Barat sejauh ini berjalan dengan baik.  Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat mencatat akselerasi penyuntikan vaksin di Papua Barat sejak vaksinasi tahap satu hingga tahap tiga sudah mencapai 30 ribu dosis.

Adapun penyuntikan vaksin tahap satu untuk tenaga kesehatan dan anggota TNI/Polri sebanyak 9.000 dosis. Kemudian terjadi penambahan dosis untuk tahap pertama menjadi 18.000 dosis. Penyuntikan vaksin tahap kedua yang menyasar birokrat, tokoh agama, Aparatur Sipil Negara (ASN), wartawan dan lansia mencapai 18.000 dosis. Sementara penyuntikan vaksin tahap ketiga untuk masyarakat umum sebanyak 12.000 dosis, sehingga jumlah seluruh dosis yang digunakan di Papua Barat telah mencapai 30 ribu.

Juru Bicara Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat, Arnold Tiniap, mengatakan jumlah keseluruhan vaksin Covid-19 yang telah masuk ke Papua Barat mencapai 30 ribu dosis. Jumlah penyuntikan vaksin masih diprioritaskan bagi lansia dan tenaga kesehatan (nakes). Lansia dan nakes menjadi prioritas utama karena memiliki kerentanan dan resiko terpapar sangat tinggi.

“Mulai penyuntikan tahap I, II dan III, kelompok lansia selalu menjadi prioritas bersama nakes,” ujarnya di Manokwari, Senin (19/4/2021).

Arnold menyebutkan fokus penyuntikan vaksin tahap satu ditujukan kepada tenaga kesehatan yang dimulai pada Februari 2021 yang diawali dengan penyuntikan sejumlah tokoh publik seperti kepala daerah maupun pemuka agama. Gelombang kedua penyuntikan vaksin yakni pada Maret yang menyasar pada aparat ASN dan TNI/Polri bersama kelompok lansia dan tokoh agama yang juga ditambahkan sebagai penerima vaksin tahap kedua. Penyuntikan tahap kedua juga ditujukan kepada kelompok tenaga pengajar yang hendak menjalani perkuliahan tatap muka pada awal Juni 2021 mendatang. Namun keterbatasan jumlah dosis vaksin yang harus didistribusi ke daerah sehingga banyak tenaga pengajar yang belum terakomodir sebagai penerima vaksin tahap II. Karena itu untuk penyuntikan tahap ketiga yang seharusnya untuk publik dapat diberikan  juga untuk pengajar dan mahasiswa yang akan membuka proses perkuliahan tatap muka.

“Tahap tiga ini memang untuk publik namun kita usahakan agar pengajar dapat karena akan ada pembukaan kuliah tatap muka pada Juni mendatang,” paparnya.

Dia menambahkan, proses distribusi vaksin ke daerah disesuaikan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dengan skema 70% untuk Jawa dan Bali sementara 30% untuk luar Jawa.

Dia mengklaim pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kemenkes untuk mendapatkan penambahan dosis vaksin. Sehingga mencukupi untuk seluruh masyarakat di Papua Barat yang telah mencapai 1 juta penduduk.

“Kendala kita karena memang keterbatasan dosis vaksin yang kita terima dari pusat. Jika kita bisa dapatkan banyak maka target penyuntikan vaksin untuk seluruh masyarakat di Papua Barat dapat kita kebut selama 1 tahun,” pungkasnya. (PB22)

 

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 20 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: