PLTMG Andai Sudah Beroperasi Sejak Januari

MANOKWARI, papuabaratnews.co ā€“ Dalam rangka mendukung rasio elektrifikasi di Papua Barat dan wujud program Indonesia Terang 2020, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLMTG) yang dibangun PT. PLN Persero di daerah Andai, Kabupaten Manokwari pada awal Februari 2019 lalu sudah difungsikan dengan melayani sebagian masyarakat Manokwari.

“Pembangkit Listrik ini sudah beroperasi sejak bulan Januari 2020 yang lalu,” ujar Manager Bagian Proyek pada Unit Pelaksana Proyek PLN Persero Papua Barat, Dwi Septyan ketika ditemui Papua Barat News di Manokwari, Selasa (14/7/2020).

Menurut Septyan, seiring dengan beroperasinya pembangkit listrik tersebut, pihaknya juga sudah mendapatkan Sertifikat Layak Operasi (SLO) demi memastikan legalitas keberadaan dan pemanfaatan pembangkit listrik tersebut.

Dia menjelaskan, sebelum masuk ke sistem untuk dapat berjalan secara kontinue (berkelanjutan) pihaknya melakukan uji coba untuk mengetahui kehandalannya.

“Memang berdasarkan kontrak, kita baru mulai beroperasi di bulan Juli Ini, akan tetapi kami sudah lebih dahulu beroperasi sebelum target,” kata Septyan.

Menurutnya, besarnya daya PLTMG tersebut adalah 20 Mega Watt (MW), guna mendukung kapasitas daya listrik yang sudah ada sebelumnya yaitu sebesar 29 MW.

“Saat ini, kita sudah melayani masyarakat pengguna listrik dari daerah Andai sampai dengan daerah Amban,” ungkapnya.

Terkait fisik bangunan yang ditandai dengan pengecoran pertama oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan pada Februari 2019 yang lalu, Septian menjelaskan bahwa saat ini bangunan utama sudah rampung dikerjakan dan sedang dalam proses penyelesaian gedung administrasi serta guard post atau pos penjagaan.

“Untuk sementara operator masih menggunakan gedung utama sebagai tempat kerja,” lanjut Septyan.

Dikonfirmasi terkait anggaran yang digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik tersebut, Septyan mengungkapkan bahwa anggaran yang dialokasikan berkisar 300 miliaran rupiah yang bersumber dari dana milik PLN.

Karena program pembangunan pembangkit listrik tersebut dibagi dalam 6 paket dengan kondisi topografi serta kapasitas daya yang berbeda-beda, maka anggaran yang direalokasikan juga bervariasi dengan nominal terendah 300 Miliar rupiah.

“Selain di Manokwari, pembangunan serupa juga dilakukan di Biak, Timika, Sorong, Merauke dan Nabire dengan kondisi wilayah serta kapasitas daya yang tidak sama maka besarnya anggaran juga menjadi berbeda. Sementara untuk pembangunan gedungnya kita serahkan kepada Indonesia Power yang merupakan anak dari usaha dari PLN ,” tutupnya. (PB25)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: