Proyek TPAS Hamawi Dilelang September

RANSIKI, papuabaratnews.co – Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Hamawi di Distrik Ransiki‎ dijadwalkan akan mulai dilelang pada September 2020 nanti. Diharapkan segera ada pemenang lelang sehingga selanjutnya pembangunan fisik pengolahan sampah bisa dimulai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Manokwari Selatan Yacobus Harewan mengatakan sejumlah syarat pembangunan sudah dipenuhi, seperti jarak lokasi TPAS dengan pemukiman warga.

Dia menjelaskan beberapa hari ke depan tim akan turun untuk mengumpulkan data terakhir terkait kedalaman koral. Data itu sebagai syarat terakhir untuk dimulainya pelelangan pada September.

“Proyek ini bersumber dari ABPN, karena itu September sudah lelang. Satu dua hari lagi kalau tim boringnya datang untuk mencari tahu kedalaman koralnya. Hasilnya menjadi data terakhir untuk September lelang. Tanah sudah layak,” jelas Harewan.

Lebih lanjut Yacobus mengatakan, untuk sementara pihaknya telah membuka jalan masuk sejauh tiga kilo meter ke lokasi TPAS.

“Kami juga telah membuka lahan persiapan pembangunan TPAS, juga sebagian dipakai sebagai TPAS sementara,” katanya.

Ditanya soal dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPK-UPL), menurut Harewan, hal itu bisa dibuat sebelum ataupun sesudah pembangunan konstruksi, apalagi TPAS Hamawi hanya seluas 5 hektar.

“Kita lagi membutuhkan TPAS, kalau soal dokumen lingkungan, itu bisa di buat sebelum konstruksi dibangun maupun setelah dibangun. Juga karena hanya lima hektar, maka cukup diperlukan dokumen UKP-UKL,” terang dia. (PB24)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: