Ribuan Pekerja Sektor Formal dan Non Formal Terima Bantuan Tunai

  • Belum menjangkau seluruh pekerja

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Sedikitnya 6.534 pekerja di sektor formal maupun non formal yang dirumahkan karena terdampak pandemi Covid-19 menerima bantuan tunai Program Tangan Kasih sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan, terhitung mulai April, Mei dan Juni 2020.

Bantuan tunai itu secara simbolis diserahkan oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan kepada sejumlah pekerja sektor formal dan warga pekerja non formal seperti tukang ojek, nelayan dan mama-mama pedagang Papua di Manokwari, Kamis (23/7/2020).

Dominggus mengatakan bencana non-alam pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan global, termasuk Indonesia dan juga Papua Barat. Penerapan kebijakan pembatasan sosial (sosial distancing) untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ternyata berdampak pada sektor ekonomi. Akibatnya sejumlah pengusaha terpaksa merumahkan dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para pekerja.

“Kebijakan ini tentu mepersulit para pekerja dan keluarganya, baik di sektor formal maupun non formal,” kata Mandacan saat acara Soft Launcing Penyerahan Bantuan Tunai Program Tangan Kasih Bagi Pekerja Sektor Formal dan Informal Terdampak Pandemi Covid-19  di Manokwari,  Kamis (23/7/2020).

Dominggus mengakui masalah Ketenagakerjaan sangatlah kompleks karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan berpengaruh langsung pada keamanan daerah. Saat ini Ketenagakerjaan menjadi masalah serius di Papua Barat.

Data menunjukkan jumlah pekerja di sektor formal di Papua Barat telah mencapai 63.648 orang dengan perusahaan berjumlah 24.476 badan usaha. Sementara alokasi bantuan Program Tangan Kasih yang ada hanya bisa didistribusikan kepada 6.534 pekerja sektor formal dan informal yang terkena dampak pandemi Covid-19.

“Alokasi bantuan Program Tangan Kasih ini belum bisa menjangkau seluruh pekerja sektor formal di Papua Barat, karena bantuan ini diberikan juga kepada para pekerja sektor informal atau pekerja mandiri seperti tukang ojek, supir, pedagang, petani dan nelayan,” ucapnya.

Dia menuturkan bantuan Program Tangan Kasih ini dimaksudkan untuk meringankan beban pekerja di sektor formal dan informal selama masa tanggap darurat. Dia juga berharap bantuan tunai ini bisa meringankan ekonomi keluarga para pekerja.

“Setiap pekerja sektor formal dan informal akan menerima Rp 600 ribu untuk tiga bulan, terhitung sejak April, Mei, dan Juni 2020. Jadi totalnya Rp1.800.000, yang dicairkan melalui bank pemerintah yakni Bank Mandiri, BNI 46, dan BRI,” terangnya.

Sementara, Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor mengatakan bantuan tunai ini dinantikan oleh para pekerja sektor formal dan informal ini para pekerja sejak awal pandemi Covid-19. Walaupun terlambat, kata dia, DPR mengapresiasi langkah Pemprov Papua Barat untuk meluncurkan bantuan tunai yang dikemas dalam Program Tangan Kasih itu.

“Sebenarnya apa yang hari ini direalisasikan, sudah ditunggu lama sejak Maret lalu. Tetapi terima kasih, hari ini Pemprov sudah merealisasikannya,” katanya.

Dia berharap program bantuan tunai ini diikuti pemda kabupaten/kota yang ada di Papua Barat. Kebijakan pergeseran anggaran di daerah-daerah harus segera dikucurkan untuk meringankan beban hidup pekerja sektor formal dan informal di daerah ini.

“Sekitar 25 persen menjadi tanggung jawab provinsi, sementara 75 persen menjadi tanggungan pemda dan pemkot. Itu wajib dilakukan bagi pekerja yang belum mendapat dari provinsi,” pungkas dia. (PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: