Sekolah-sekolah Bersiasat di Masa Pandemi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Tak sedikit sekolah yang kesulitan menerapkan pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19. Ketiadaan sambungan internet dan gawai membuat sekolah bersama guru bersiasat mengatasi problem itu agar anak tetap mendapatkan pembelajaran.

Pada Senin (13/7/2020), tahun ajaran 2020/2021 sudah dimulai. Di tengah pandemi, sebagian besar sekolah di Kabupaten Manokwari menggelar pembelajaran jarak jauh, atau tanpa tatap muka, guna mencegah meluasnya penularan penyakit Covid-19.

Kenyataannya, tidak sedikit sekolah yang tak mampu melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan baik. Penelusuran Papua Barat News, ada lebih dari 1.500 satuan pendidikan di Papua Barat yang tak dapat menjalankan pembelajaran jarak jauh akibat ketiadaan akses internet dan jaringan listrik.

Yan Karmadi, Ketua Pengurus Sekolah Wilayah Manokwari, YPPK Keuskupan Manokwari Sorong, mengatakan, menghadapi tahun ajaran baru di tengah problem akses internet, pihaknya mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) gabungan metode luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring).

“Berangkat dari pengalaman tiga bulan terakhir pembelajaran jarak jauh, maka kami mempersiapkan dua metode pembelajaran sekaligus. Kalau di wilayah yang ada akses internet, maka bisa dipakai metode daring, tapi jika tidak ada akses internet dan gawai, maka kami laksanakan metode luring. Contohnya, guru menyiapkan kotak-kotak tugas dan orangtua murid bisa ke sekolah mengambilnya untuk dikerjakan murid di rumah,” papar dia.

Dia mengaku, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Telkom sehubungan penyediaan pulsa khusus untuk pembelajaran daring, dengan kapasitas internet mencapai 100 MBPs.

“Apabila dalam perjalanan nanti dan ada kendala, kami pasti akan mengupayakan alternatif-alternatif lain,” katanya.

Yan menambahkan pihaknya akan berusaha melengkapi berbagai fasilitas pendukung di sekolah-sekolah YPPK, agar hak belajar siswa tetap terpenuhi.

Kepala SMAN 1 Manokwari Lucinda Mandobar menuturkan pihaknya mengawali tahun ajaran baru ini dengan melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring.

Dijelaskan, belajar dari tiga bulan sebelumnya saat melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), bahwa ada sekitar 20 persen siswa tidak bisa membeli pulsa data dan sebagian lagi tidak memiliki gawai (handphone).

“Maka untuk tahun ajaran baru ini, kami seharusnya menyiasati kendala-kendala itu dengan membuat portofolio,” katanya.

Namun kata Lucinda, karena SMAN 1 Manokwari ditunjnjuk sebagai pilot project pembelajaran daring di Papua Barat, maka pihaknya mengambil kebijakan untuk bekerjasama dengan PT Telkom guna pembelian paket data bagi 1.500 siswanya, termasuk para guru.

“Satu bulan para siswa bisa mendapatkan paket data sebesar 8 GB untuk mengikuti pembelajaran secara daring,” ungkap dia.

Lucinda menyebutkan, anggaran untuk pembelajaran daring ini cukup untuk dua bulan. Meskipun begitu, ia optimis pembelajaran dengan metode daring ini akan tetap berlangsung.

“Kami akan tetap berupaya mencari  alternatif lainnya dengan harapan para siswa tetap mendapatkan hak belajarnya,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala SDN 35 Sanggeng Nina Kusmina mengatakan pihaknya juga akan menerapkan pembelajaran secara daring. Para guru bertanggung jawab penuh terhadap siswanya masing-masing.

“Terkait pulsa internet, untuk saat ini ditanggung oleh orang tua murid, nanti sambil berjalan kami akan mencari solusi apabila ada kendala,” terangnya.

Di tengah keterbatasan akses internet, pembelajaran semidaring (kombinasi pembelajaran daring dan luring) dinilai dapat menjadi alternatif. Dalam model ini, guru memanfaatkan ponsel dan sejumlah aplikasi video conference untuk berkomunikasi dengan siswa, baik ketika memberikan tugas maupun untuk memberikan bimbingan.

“Orangtua murid datang ke sekolah hanya saat mengambil dan menyerahkan tugas yang sudah dikerjakan,” ujar Robertus Mujiayana, Guru SD YPPK Santa Sisilia Manokwari.

Belajar tatap muka dilarang

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manokwari, Henri Sembiring mengatakan, Manokwari  masih berada dalam darurat Covid-19. Untuk itu dia meminta dinas pendidikan agar segera mengeluarkan imbauan kepada sekolah-sekolah agar melaksanakan  pembelajaran jarak jauh.

“Kita semua tidak menginginkan akan muncul klaster baru di sekolah-sekolah, jika sekolah memaksakan pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Henri menegaskan, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Kegiatan Belajar Mengajar di Era Kenormalan Baru, daerah yang masih dikategorikan zona merah dan kuning harus melakukan pembelajaran jarak jauh.

“Kami hanya menindaklanjuti instruksi dari pusat, ini untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di daerah ini,” katanya.

Hal senada juga ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat,  Barnabas Dowansiba. Barnabas meminta agar sekolah-sekolah di wilayah zona merah seperti Sorong dan Manokwari tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sebab menurutnya, pembelajaran dengan metode tatap muka sangat beresiko terhadap penularan Covid-19 di sekolah.

“Tidak boleh ada KBM tatap muka, sebab jika nanti terjadi apa-apa siapa yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Barnabas menuturkan dia masih menemukan beberapa sekolah di wilayah Manokwari mengabaikan instruksi gubernur dengan tetap melakukan belajar tatap muka. Dia menegaskan jika masih ada sekolah yang tetap bersikeras membuka kelas tatap muka maka akan ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Saya masih melihat di Manokwari ada beberapa SD, SMP dan SMA masih membuka kelas tatap muka. Jika membandel maka akan kami tindak bersama dengan Satpol PP sesuai petunjuk Gubernur,” paparnya.

Dia mengungkapkan daerah zona hijau seperti Kabupaten Tambrauw,  Pegunungan Arfak,  Maybrat dan Sorong Selatan dapat membuka kegiatan belajar tatap muka di dalam kelas, namun dengan menerapkan protokol kesehatan bagi seluruh warga sekolah.

“Wilayah zona hijau boleh tatap muka, tetapi wajib terapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (PB22/PB23)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: