Sektor Perdagangan Diharapkan Dorong Pemulihan Ekonomi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Sektor perdagangan mendapat tugas besar sebagai pendorong pemulihan ekonomi pada 2021. Gubernur Dominggus Mandacan kembali menegaskan pertumbuhan ekonomi Papua Barat tahun ini harus bisa mencapai yang ditargetkan dan mengharapkan kebijakan sektor perdagangan bisa memberi kontribusi dalam agenda pemulihan ekonomi itu.

“Saya minta agar kebijakan sektor perdagangan harus memberikan kontribusi besar terhadap agenda strategis pemulihan perekonomian daerah,” ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat di Wasior,  Kabupaten Teluk Wondama, Senin 14 Juni 2021.

Dominggus mengharapkan sektor perdagangan dapat memberi kontribusi besar terhadap agenda pemulihan ekonomi di daerah. Seluruh instansi teknis di provinsi,  kabupaten dan kota pun diminta untuk menyiapkan langkah-langkah baru demi menyesuaikan konstelasi ekonomi daerah yang berubah karena pandemi.

“Pemulihan ekonomi daerah merupakan agenda utama pemerintah di tengah kondisi pandemi Covid-19. Karena itu seluruh instansi teknis harus punya kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengembangkan pasar produk daerah kita,” kata dia.

Dominggus lalu memaparkan kondisi pertumbuhan ekonomi Papua Barat terus mengalami perbaikan dan kini dalam tren positif jika dibandingkan 2020 lalu.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Papua Barat di Triwulan I tahun 2021 terhadap Triwulan IV tahun 2020 tumbuh melambat sebesar 0,06%. Karena itu, diharapkan agar rakornis ini dapat menjadi kesempatan bersama dalam mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi daerah.

Gubernur Dominggus Mandacan (tengah) foto bersama usai Pembukaan Rakornis Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama. [Foto: Humas Papua Barat]
“Sektor ekonomi yang sempat terganggu akibat krisis tahun lalu harus kita dorong lebih optimal tahun ini,” katanya.

Ia menambahkan mekanisme dan terobosan dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi daerah wajib dilaksanakan.  Mulai dari alokasi anggaran stimulan atau pun pembukaan investasi baru dapat dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah bersama masyarakat mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berdampak langsung pada pemulihan ekonomi daerah.

“Sektor Usaha Kecil Menengah seperti, keripik keladi, sagu, pala, minyak nilam, buah merah,  kakao, yang selama ini masih home industri harus mulai didorong ke arah ekspor,” tandasnya.

Dalam kesempatan kunjungan kerja ke Teluk Wondama ini, Dominggus juga menyalurkan bantuan paket sembako yang merupakan program Tangan Kasih Tahap I tahun 2021 sebanyak 3.001 paket dengan total anggaran mencapai Rp 421.640.500.000. Penyerahan bapok secara simbolis diberikan kepada Bupati Teluk Wondama untuk selanjutnya disalurkan ke lembaga keagamaan di Teluk Wondama.

Rincian lembaga keagamaan penerima bapok tahap I tahun 2021 di antaranya,  Kristen Protestan sebanyak 1.948 paket, Islam sebanyak 850 paket, Katolik 178 paket,  Hindu 25 paket.

Selain bantuan bapok, Dominggus juga menyalurkan bantuan tunai bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil sebesar Rp 2.000.000 bagi 400 penerima manfaat.

Juga bantuan Tangan Kasih bagi pekerja sektor formal, informal, dan penyandang disabilitas serta pekerja lintas agama. Khusus Teluk Wondama sebanyak 2.000 penerima dari total seluruh Papua Barat sebanyak 53.066 orang. Penyalurannya selama tiga bulan. Setiap bulan mereka memperoleh Rp3.000.000 per orang, bagi pekerja formal, informal, disabilitas dan pekerja lintas agama. (PB22)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 15 Juni 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: