Tagih Janji BKD, CPNS Formasi 2018 Datangi Kantor Bupati

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Manokwari Formasi tahun 2018 mendatangi kantor Bupati Manokwari, Kamis (22/7/2021). Aksi tersebut dilakukan untuk menagih janji Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Anton Renyaan tentang penyerahan SK CPNS beberapa waktu lalu.

“Sebenarnya kami tidak ke Kantor Bupati. Sasaran kami adalah kantor BKD. Tapi karena setelah menunggu lama tidak ada yang menemui kami maka kami putuskan untuk ke sini,” ujar salah seorang Koordinator CPNSD Kabupaten Manokwari Angganeta Haipon kepada Papua Barat News di halaman Kantor Bupati Manokwari, Kamis (22/7/2021).

Menurut Dia, kedatangan para CPNS tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang sudah dibangun sebelumnya bersama Kepala BKD Kabupaten Manokwari Anton Renyaan pada Senin 28 Juni 2020. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKD menjanjikan untuk segera mengurus keterlambatan pembuatan SK sebagaimana tuntutan para CPNS dimaksud.

“Bahkan kami sepakati bersama untuk kembali ke Kantor BKD 19 Juli 2021. Tetapi karena masih PPKM sehingga kami tunda. Tapi sampai sekarang juga tidak ada penjelasan apapun terkait keterlambatan ini. Bahkan tadi, kami menunggu sampai 3 jam di Kantor BKD untuk mendengarkan keterangan. Tapi sayang tidak ada yang datang,” kata dia.

Dia mengatakan, setelah tiba di Kantor Bupati, pihaknya tidak dibolehkan menemui Bupati secara langsung karena alasan PPKM. Pihaknya hanya ditemui oleh Asisten Pribadi Bupati dan menyampaikan bahwa SK CPNS formasi Tahun 2018 sudah selesai ditandatangani oleh Bupati untuk kemudian diserahkan kembali ke BKD. Bahkan mereka diarahkan untuk berkoordinasi dengan Plt Kabid Mutasi BKD Manokwari yang mengurusi SK tersebut.

“Kami sudah menghubungi Plt Kabid Mutasi dan Beliau mengatakan bahwa seluruh SK akan diserahkan dalam beberapa hari ke depan. Saat ini mereka masih mempersiapkan hal teknis terkait penyerahan dan koordinasi dengan Bupati untuk menyerahkan SK tersebut secara langsung ke kami,” tuturnya.

Angga berujar, pihaknya sangat menyayangkan lambannya kinerja BKD Manokwari dalam mengurus dokumen yang berhubungan dengan nasib hidup mereka. Padahal banyak diantara CPNS tersebut yang sudah kehilangan pekerjaan dari tempat kerja sebelumnya setelah diangkat menjadi CPNS. Sementara kebutuhan hidup keluarga terus saja berjalan secara normal setiap harinya.

“Banyak diantara kami yang saat ini menganggur karena tidak punya kerja. Ada guru yang sudah tidak lagi jadi honorer di sekolah. Ada juga yang di instansi baik pemerintahan maupun swasta. Nah kalau begini kita biayai hidup bagaimana kalau tidak punya penghasilan?” pungkasnya. (PB25)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 23 Juli 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: