Tingkatkan Minat Sastra, KSM Gelar Jendela Sastra Manokwari

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Guna meningkatkan minat masyarakat Manokwari terhadap dunia sastra, Komunitas Sastra Manokwari (KSM) menggelar kegiatan bertajuk “Jendela Sastra Manokwari” di Honai Kopi Manokwari, Sabtu 24 April 2021.

Heriyadi Mardjuki, salah seorang pentolan KSM mengatakan, gelaran giat Jendela Sastra merupakan bentuk kecintaan terhadap dunia kesusasttaan tanah air yang kian hari semakin terkubur. Oleh karenanya, dia bersama beberapa pencinta dan penikmat sastra yang berdomisili di Manokwari menginisiasi terbentuknya Komunitas Sastra sebagai wadah pengembangan diri. Juga sekaligus media pengembangan diri bagi generasi muda yang semakin tidak pedili akan dunia kesusastraan.

“Kami hanya ada beberapa orang. Tapi karena kecintaan kami terhadap dunia Sastra, kami sengaja menginisiasi kegiatan ini,” ujarnya.

Kegiatan Jendela Sastra Manokwari yang digelar oleh KMS tersebut menghadirkan beberapa sastrawan yang sudah malang melintang dalan dunia kesusastrawan Papua Barat. Beberapa karya puisi dan cerpen karya tokoh-tokoh sastra kawakan tanag air dikumandangkan dalam peristiwa berkeramag itu.

Sebagai penampil pertama, Heriyadi yang dikenal dengan nama pena Babe membacakan sebuah puisi sederhana yang berjudul “Cinta Seorang Pacar”. Selanjutnya, KSM menampilkan seorang penulis bernama Maria Rose Lewuk yang sudah menerbitkan beberapa karya dalam Buka “Sketsa Perempuan” dan “Silet Woman” yang terbit pada tahun 2020 yang lalu. Puisi yang dibawakan oleh Maria adalah karya sastrawan asal NTT Yoseph Yapi Taum dengan judul “Balada Orang-Orang Arfak.”

Setelahnya, beberapa anggota KSM tampil secara bergilir dengan membawakan puisi yang ditulis oleh beberapa sastrawan terkenal di tanah air. Diantara mereka, ada Yubi Lewuk yang membacakan puisi berjudul “Doa”.

Pada penampilan selanjutnya, Tintus Rodriguez membawakan karya sastrawan Bara Patiradja dengan judul “Nasehat Aneh”. Kemudian Hilarry Monica Maranresy tampil dengan musikalisasi puisi. Veronica Cristy tampil sebagai pemuncak acara melalui monolog cerpen karya Radithia Dika dengan judul “Setahun”.

Heriyadi yang didaulat sebagai pembawa acara mengatakan, dalam dunia kontemporer saat ini, kecintaan masyarakat terhadap sastra sangat rendah. Keterbatasan minat dan kecintaan tersebut tidak hanya didasari oleh minimnya pengetahuan akan sastra, tetapi juga karena animo yang rendah terhadap dunia sastra.

“Padahal, sastra itu sangat dekat dengan masyarakat. Bahkan menyatu dalam pola interaksi masyarakat di Manokwari,” katanya.

Dia mengungkapkan, sangat bersyukur atas terselenggaranya apresiasi sastra pada kesempatan tersebut. Dia berkomitmen akan terus berupaya agar kegiatan-kegiatan serupa secara rutin dilaksanakan setiap bulan sebagai wujud apresiasi terhadap  dunia kesusastrawan tanah air.

“Dengan melihat kondisi malam ini, kami akan berupaya agar kegiatan seperti ini dijalankan secara rutin. Nanti akan kami komunikasikan dengan seluruh personil,” pungkasnya. (PB25)

 

*Berita ini telah diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Senin 26 April 2021.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: