Vaksinasi Tahap Kedua Dimulai di Papua Barat

  • Prioritas Aparatur Pelayanan Publik

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Vaksinasi tahap kedua di Papua Barat dimulai pada Rabu (3/3/2021). Aparatur pelayanan publik jadi kelompok pertama yang mendapat vaksin pada tahap kedua ini.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Bupati Manokwari Hermus Indouw dan Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Cyrilus Adopax dan sejumlah Forkopimda serta pimpinan tinggi lembaga vertikal merupakan kelompok pertama yang mendapatkan vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan mengatakan penyuntikan vaksin tahap kedua ini diperuntukan bagi aparatur pelayanan publik dari unsur pemerintah, Polri, TNI, dan jurnalis, termasuk di antaranya pejabat tinggi lembaga negara di daerah.

“Penyuntikan tahap kedua ini diproritaskan kepada aparatur pelayanan publik dari unsur pemerintah, Polri, TNI, termasuk wartawan,” katanya.

Parorongan menyebutkan jumlah pejabat dan anggota Kodam Kasuari yang terdaftar mengikuti vaksinasi sebanyak 285 orang. Sementara untuk pejabat dan anggota di lingkungan Polda Barat sebanyak 250 orang. Selanjutnya aparatur pelayanan publik seperti ASN dan wartawan akan dilakukan secara bertahap.

“Khusus ASN dan wartawan kita akan menjadwalkannya, agar pelaksanaannya tidak bertabrakan,” ujarnya.

Dia mengaku, pemberian vaksin untuk aparatur pelayanan publik yang menjadi sasaran utama di Papua Barat tetap dilakukan seperti kelompok penerima vaksin lainnya yakni dua dosis.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyatakan penyuntikan vaksin tahap kedua merupakan ikhtiar pemerintah menjamin kesehatan masyarakat. Dia berharap vaksinasi ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh penerima.

“Penyuntikan vaksin merupakan upaya untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) dari infeksi virus penyebab Covid-19,” ujarnya.

Gubernur lalu menyebutkan pelaksanaan vaksinasi tahap pertama bagi tenaga kesehatan, yang dimulai 14 Januari hingga 28 Februari telah rampung.

“Jumlah tenaga kesehatan yang telah menerima suntikan vaksin Covid-19 mencapai 82% untuk dosis pertama, sementara untuk dosis kedua sudah mencapai 57%,” paparnya.

Dia mengutarakan, pada tahap kedua ini Pemprov Papua Barat menargetkan sebanyak 146.993 orang akan memperoleh suntikan vaksin Covid-19, hingga Mei 2021.

“Kita kebut agar pelaksanaan vaksin tahap kedua ini bisa selesai pada Mei 2021. Sehingga pada Juli 2021 kita sudah bisa mulai dengan tahap ketiga,” harap gubernur.

Sanksi Penolakan Vaksin

Mantan Bupati Manokwari dua periode ini juga mengatakan bahwa akan ada sanksi atau denda bagi masyarakat yang menolak untuk divaksin. Dia menegaskan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, dalam rangka percepatan penanggulangan Covid-19 harus ditegakkan.

“Perpres tersebut membuka ruang penetapan sanksi administratif bagi kelompok sasaran yang menolak divaksin berupa penghentian jaminan sosial dan penghentian layanan administrasi pemerintahan,” papar dia.

Gubernur pun berharap tokoh masyarakat dan tokoh agama jadi panutan dan bantu mengkampanyekan program vaksinasi bagi masyarakat.

“Vaksin yang diberikan ini telah teruji dan dipastikan aman dan halal sehingga tidak perlu khawatir terkait penyuntikannya kepada masyarakat umum,” pungkas dia.

Berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19 Papua Barat, hingga Rabu (3/3/2021), akumulasi kasus Covid-19 di Papua Barat mencapai 7.517 kasus. Dari jumlah itu, 524 kasus masih dalam perawatan, 6.867 kasus sembuh, dan 126 kasus meninggal dunia. (PB22).

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 4 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: