Warga Palang TPA, Sampah Sempat Menumpuk di Pasar Ransiki

RANSIKI, papuabaratnews.co – Kerja keras Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari Selatan untuk menangani sampah di kota Ransiki kembali mendapat tantangan.

Jika sebelumnya tempat pembuangan akhir (TPA) sementara yang berada di belakang kantor Distrik Ransiki sering dipalang pemilik hak ulayat, kini kejadian serupa juga terjadi pada lahan 5 hektar milik Pemkab Mansel di kampung Hamawi yang digunakan sebagai TPA sementara juga dipalang pemilik hak ulayat.

Aksi pemalangan itu mengakibatkan sejak seminggu terakhir tumpukan sampah di bak sampah yang ada di Pasar Kenangan Ransiki belum bisa dipindahkan.

Kondisi itu membuat tiga bak penampung (ambrol) yang ada di lokasi pasar itu tidak mampu lagi menampung sampah yang setiap hari kian bertambah. Akibatnya sampah pun berserakan di badan jalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mansel, Muhammad Amir saat dikonfirmasi terkait masalah itu membenarkan aksi pemalangan TPA sementara itu.

“Sejak dipalang pemilik hak ulayat akhir pekan lalu, dan pemilik hak ulayat meminta agar aktivitas pembuangan sampah harus dipindahkan ke lokasi yang baru, sementara lokasi baru itu masih dalam kondisi hutan lebat,” terangnya.

Amir mengaku, pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar tumpukan sampah di Pasar Kenangan Ransiki dapat dipindahkan secepatnya dan tidak terjadi penumpukan berkepanjangan.

“Kami pun memilih lahan milik pribadi di lapangan satu Distrik Ransiki untuk dijadikan tempat pembuangan sementara waktu,” katanya.

Sayangnya, jelas Amir, baru sekali sampah dipindahkan ke lokasi itu, warga mendatanginya dan meminta agar pemindahan sampah di lokasi itu dihentikan karena keberadaan sampah di lokasi itu mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Lokasi di Hamawi itu baru-baru ini kembali di palang. Sedangkan lokasi baru mobil belum bisa masuk. Kami memutuskan untuk mengurangi sampah di pasar  dengan membuang sampah sementara di lahan milik pribadi saya. Sambil kita bicara dengan pemilik hak ulayat,”jelas Amir.

“Waktu itu sudah sore kami buang sampah di lahan pribadi saya, jadi kami berpikir besok saja baru lapor kepada warga sekitar yang jaraknya sekitar dua ratus meter dari tempat sampah sementar di laha saya itu. Karena sudah gelap kami rencana besok baru bicara dengan warga sekitar.  Tapi pada paginya ada warga yang datang meminta untuk hentikan buang sampah disitu. Akhirnya untuk sementara kami hentikan sambil cari solusi lagi,”terang Amir.

Dia menambahkan, jadi solusi terakhir adalah dia berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum agar menurunkan alat berat untuk membuka hutan sekitar setengah hektar di lahan milik Pemkab Mansel di Hamawi, sebagai tempat sampah sementara.

“Solusi terakhir untuk sementara waktu ini, harus kita buka hutan itu sekitar setengah hektar untuk kita buang sampah. Sambil menunggu kepengurusan dokumen UKUP lahan di lokasi yang ditunjuk pemilik hak ulayat. Sekarang kami masih koordinasi,”kata Amir.

Pantauan Papua Barat News, Kamis malam (23/7/2020), tumpukan sampah di Pasar Kenangan Ransiki sudah dipindahkan dan badan jalan sudah kembali bersih dari sampah. (PB24)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: