Jelang Lebaran, BI Papua Barat Siapkan Uang Kartal Rp 415 Miliar

MANOKWARI, papuabaratnews.coKebutuhan uang kartal menjelang perayaan hari besar keagamaan biasanya mengalami peningkatan, seiring dengan peningkatan transaksi keuangan di kalangan masyarakat.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat memastikan bahwa kebutuhan uang kartal layak edar menjelang Lebaran dan Idul Fitri tahun 2020 mencapai Rp415 miliar. Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dari periode yang sama tahun 2020 dan 2019.

“Tahun 2020 hanya Rp164 miliar dan tahun 2019 lalu itu sebesar Rp310 miliar,” kata Kepala BI Papua Barat Rut Eka Trisilowati melalui keterangan resminya, Senin (29/3/2021).

Ia menjelaskan, pihkanya telah mempertimbangkan antisipasi kebutuhan selama Bulan Ramadhan, libur Idul Fitri, dan kebijakan stimulus pemerintah kepada masyarakat pada masa penanganan dampak pandemi virus korona. Sehingga, jumlah uang kartal yang dipersiapkan itu mengalami peningkatan signifikan.

Selain itu, BI Papua Barat terus membangun koordinasi dengan berbagai pihak terutama perbankan konvensional di Papua Barat. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan uang baik dari sisi pecahan, kelayakan edar dan ketepatan waktu.

“Penyediaan uang rupiah layak edar dalam jumlah dan pecahan yang cukup menjadi salah satu upaya pengendalian inflasi. Dan juga tersedia denominasi uang rupiah yang diperlukan masyarakat dalam transaksi jual beli,” jelas mantan Kepala BI Provinsi NTT ini.

Dia menambahkan, layanan penukaran uang di tengah masa pandemi dilakukan berbeda dari sebelumnya. Hal ini sebagai upaya mencegah terjadinya penularan virus korona. Nantinya, layanan penukaran uang oleh masyarakat dilakukan di seluruh loket perbankan yang beroperasi di Papua Barat.

“Kami meminta perbankan dalam memberikan layanan dimaksud, tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti penggunaan masker, pengecekan suhu tubuh sebelum masyarakat dipersilakan masuk dan juga mengatur jarak duduk,” jelas Rut.

Ia melanjutkan, demi menjaga kelancaran sistem pembayaran di Papua Barat maka ada tiga langkah strategis yang perlu diterapkan. Meliputi, BI bersama perbankan terlebih dahulu memastikan stok uang layak edar di seluruh kantor layanan dan mesin anjungan tunai mandiri (ATM), termasuk kas titipan Bank Indonesia di Teluk Bintuni serta Sorong Selatan.

“Kas titipan BI di Teluk Bintuni itu melalui Bank Papua dan di Sorong Selatan lewat BNI setempat,” tutur Rut Eka.

Kemudian, sambung dia, BI mendorong masyarakat di Provnsi Papua Barat menggunakan transaksi non tunai melalui layanan digital banking, uang elektronik dan

“Transaksi non tunai merupakan bagian dari pencegahan penularan virus korona di Papua Barat,” ucap Rut.

Selanjutnya, uang yang masuk dan keluar dari khasanah Bank Indonesia terlebih dahulu dikarantina selama tujuh hari. Langkah ini guna memastikan uang yang akan diedarkan bebas dari penyebaran virus mematikan itu.

“Penyemprotan disinfektan pada uang setoran perbankan sebelum diolah dan diedarkan lagi,” jelas dia.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan di Papua Barat agar dapat bersinergi demi menjaga pertumbuhan perekonomian wilayah setempat tahun 2021 ini. Selain itu, BI terus melakukan edukasi mengenai ciri keaslian uang rupian dengan cara dilihat, diraba dan diterawang.

“Uang rupiah juga harus diiperlakukan dengan baik, jangan dicoret, distaples, jangan diremas dan dibasahi,” pungkas Rut Eka Trisilowati. (PB15)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 30 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: