Semester I 2020, Lifting Migas Capai 94 Persen

MANOKWARI, PB News – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat produksi migas siap jual atau lifting pada semester I tahun 2020 mencapai 94 persen.

Realisasi lifting sebesar 1.714 barel per hari (BOPD) dengan rincian lifting minyak 713,3 ribu BOPD atau 94,5 persen dari target APBN original yang ditetapkan sebesar 755 ribu BOPD. Sedangkan lifting gas mencapai 5.605 kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 84 persen dari target APBN original sebesar 6.670 juta MMSCFD.

“Kalau total produksi migas akhir semester I 2020 mencapai 1.940 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD), terdiri dari produksi minyak 720,2 ribu BOPD dan produksi gas sebesar 6.830 juta MMSCFD,” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, melalui rilis pers yang diterima Papua Barat News di Manokwari, Selasa (28/7/2020).

Dia menerangkan, lifting minyak terus diupayakan mendekati target APBN original. Akan tetapi, target lifting gas cenderung sulit tercapai. Sehingga, penurunan harga gas diharapkan dapat meningkatkan serapan gas yang belum optimal tersebut. Kondisi ini dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan berdampak pada penurunan kegiatan industri serta kelistrikan.

“Dan pada akhirnya menyebabkan penurunan penyerapan gas oleh end user,” ujar dia.

Ia melanjutkan, penerimaan negara sektor hulu menurun secara berganda, baik disebabkan oleh pemotongan bagian negara agar harga gas industri tertentu dan kelistrikan dapat dipatok US$ 6 per MMBTU, maupun dari penurunan volume serapan gas.

Beberapa langkah yang dilakukan SKK Migas adalah memberikan insentif kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk dapat menunda penyetoran dana Abandonment and Site Restoration (ASR) di tahun 2020, dan melakukan efisiensi, serta optimalisasi operasional dan pengaturan sumberdaya di lapangan karena adanya pembatasan operasional dan mobilitas yang berdampak pada  kegiatan operasional dan penyelesaian proyek.

“Walaupun begitu, kami bekerja sama dengan KKKS membuat terobosan-terobosan untuk mendukung capaian target produksi 1 juta barel per hari di tahun 2030. Pengelolaan kegiatan hulu migas bisa tetap berjalan baik, dan gerak industri dapat mendukung program janka panjang,” pungkas dia.(PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: