EKONOMI

1.665 Nelayan Kaimana Terdaftar dalam Program Kusuka

KAIMANA — Sebanyak 1.665 orang nelayan di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, telah terdaftar dalam program Kartu Pelaku Usaha Sektor Kelautan dan Perikanan (Kusuka).

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kaimana Herliena Ubery mengatakan Kusuka merupakan kartu identitas tunggal pelaku usaha kelautan dan perikanan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 39 Tahun 2017.

“Kartu ini berfungsi memback-up data seluruh nelayan di Indonesia satu pintu yakni melalui Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dan dilanjutkan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan dengan tujuan agar dalam menjalankan kebijakan dapat memberikan berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan bagi pelaku usaha perikanan dan kelautan,” kata Herliena di Kaimana, Kamis (29/2/2024).

Selain itu, KUSUKA juga membantu mempermudah nelayan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

Tidak itu saja, melalui program ini pelaku usaha di bidang perikanan dan kelautan bisa mendapatkan bantuan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Saat ini terdapat 1.665 nelayan di Kabupaten Kaimana yang datanya telah terinput dalam program Kusuka. Mereka terdiri dari nelayan perikanan tangkap, pembudi daya ikan dan pelaku usaha pengolahan ikan.

“Data yang terentri sebanyak 1.330, sedangkan 365 kartu Kusuka telah dicetak dan di-launching oleh Bupati Kaimana Freddy Thie pada bulan Desember 2023 lalu,” jelas Herliena.

Ia berharap melalui program Kusuka ini dapat memberikan perlindungan dan pemberdayaan bagi pelaku usaha perikanan di Kaimana dalam menciptakan efektivitas, sehingga program Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa tepat sasaran.

Pedagang eceran menjual ikan kembung di ruas jalan kawasan pertokoan hingga Kaki Air Kaimana. ANTARA/HO-Isabela Wisang

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengupayakan sejumlah strategi percepatan pendataan Kartu Pelaku Usaha dan Pelaku Pendukung Sektor Kelautan dan Perikanan .

Statistisi Muda Pusat Data, Statistik, dan Informasi (Pusdatin) KKP Susiyanti mengatakan bahwa KKP melakukan sosialisasi dan koordinasi secara rutin baik dengan unit-unit internal KKP, dinas kelautan dan perikanan di daerah, serta pemangku kepentingan lainnya. Ini semua untuk memaksimalkan serapan penerima kartu Kusuka.

Selain itu, KKP juga akan memaksimalkan pendataan kartu Kusuka dengan memanfaatkan data sebagian penerima modal Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) dalam rentang waktu 2021 hingga 2022. Untuk mendaftar di LPMUKP, sebagian pelaku usaha menggunakan Kartu Kusuka dan sebagian lainnya menggunakan surat keterangan. Pelaku usaha yang masih menggunakan surat keterangan ini yang menjadi sasaran KKP untuk masuk dalam basis data Kusuka.

“Tahun 2023 ini masih ada sisa waktu, mudah-mudahan dapat mengejar pendataan sehingga capaian target Kusuka bisa terserap mencapai 100 persen,” ujar Susiyanti.

KKP juga telah menyediakan gerai-gerai pendataan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) serta petugas Kusuka yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 42 Tahun 2019, beberapa kriteria profesi penerima Kartu Kusuka antara lain nelayan, pengusaha budi daya ikan, petambak garam, pengolah ikan, dan pemasar perikanan yang dikategorikan sebagai pelaku utama. Sejak 2022, kriteria diperluas mencakup kategori pelaku pendukung sektor kelautan dan perikanan.

Selain berfungsi sebagai identitas, pelaku usaha juga bisa mendapatkan sejumlah manfaat melalui kepemilikan Kartu Kusuka termasuk kemudahan akses bantuan modal serta menjadi prioritas utama dalam program KKP dan program pemerintah lainnya. (ant)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.