EKONOMI

Beras dan Angkutan Udara Penyumbang Utama Inflasi di Papua Barat dan Papua Barat Daya

MANOKWARI — Komoditas beras dan angkutan udara menjadi penyumbang utama inflasi di Papua Barat dan Papua Barat Daya pada Desember 2023.

Berdasarkan catatan BPS Papua Barat, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) gabungan dua kota indeks harga konsumen atau IHK yakni Kota Sorong dan Manokwari sebesar 2,94 persen pada Desember 2023 didominasi oleh komoditas beras dan tarif angkutan udara.

“Komoditas yang memberikan andil inflasi kelompok ini di Manokwari adalah beras dengan andil inflasi sebesar 0,7934 persen. Untuk Kota Sorong, beras memberikan andil inflasi sebesar 0,4798 persen,” kata Kepala BPS Papua Barat Merry dalam siaran pers di Manokwari, Selasa (2/1/2024).

Adapun komoditas penyumbang utama lainnya adalah tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,3975 persen di Manokwari dan 0,5121 persen di Kota Sorong.

Selain beras dan tarif angkutan udara, kata Merry, komuditas utama penyumbang utama lain di Manokwari adalah komoditas Rokok kretek filter sebesar 0,4655 persen, Sirih 0,2059 persen dan Rokok putih 0,1998 persen.

“Sedangkan penyumbang utama inflasi tahunan lain beserta andilnya di Kota Sorong adalah komoditas Rokok kretek filter sebesar 0,2752 persen, Ikan Teri sebesar 0,2052 persen, dan Ikan Oci 0,1608 persen,” terangnya.

Merry lalu menerangkan bahwa inflasi di Papua Barat dan Papua Barat Daya dipengaruhi peningkatan indeks harga sejumlah kelompok pengeluaran seperti kelompok makanan minuman dan tembakau sebesar 4,91 persen, transportasi sebesar 4,62 persen, rekreasi sebesar 4 persen, dan restoran sebesar 3,47 persen.

Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,53 persen, pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,27 persen, kesehatan sebesar 2,07 persen, perawatan pribadi sebesar 1,10 persen, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,32 persen, serta kelompok informasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen.

“Dari 11 kelompok pengeluaran, hanya kelompok pendidikan yang mengalami deflasi sebesar -2,19 persen,” kata Merry.

Adapun secara bulanan, BPS Papua Barat mencatatkan pendorong inflasi bulanan (month to month/MoM) gabungan 2 kota IHK di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya sebesar 0,43 persen pada Desember 2023 didominasi oleh tarif angkutan udara.

“Komoditas penyumbang inflasi di Manokwari adalah tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,3181 persen. Sedangkan komoditas tarif angkutan udara di Kota Sorong sebesar sebesar 0,2009 persen,” ujarnya.

Komoditas penyumbang utama inflasi bulanan lainnya di Manokwari beserta andilnya adalah Beras sebesar 0,1910 persen, Ikan Mumar sebesar 0,1709 persen, Tomat sebesar 0,1386 persen dan Ikan Oci sebesar 0,0870 persen.

“Sementara penyumbang utama inflasi bulanan lainnya beserta andilnya di Kota Sorong adalah Cabai Rawit sebesar 0,1810 persen, Bawang Merah sebesar 0,1077 persen, Tomat sebesar 0,0961 persen dan Telur Ayam Ras sebesar 0,0488 persen,” papar Merry.

Menurut Merry,tingkat inflasi yang tinggi umumnya terjadi pada periode-periode hari besar keagamaan nasional (HBKN), seperti puasa dan hingga Natal dan tahun baru. Merry mencatat inflasi Desember 2023 sebesar 0,43 persen lebih tinggi dari November 2023 dan Desember 2022, tetapi masih lebih rendah jika dibandingkan Desember pada 2021.

“Inflasi Desember 2023 sebesar 2,94 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,76,” ucap Merry.(sem)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.