EKONOMI

BI Catat Penyaluran Kredit Perbankan Capai Rp16,01 Triliun

MANOKWARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat mencatat penyaluran kredit perbankan pada triwulan II tahun 2023 di Papua Barat dan Papua Barat Daya mencapai Rp16,01 triliun atau tumbuh 6,27 persen (year on year).

Kepala BI Papua Barat Rommy Sariu Tamawiwy di Manokwari, Kamis, mengatakan pertumbuhan penyaluran kredit triwulan II 2023 lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2023 yang tercatat 5,98 persen (yoy), dan triwulan II 2022 5,76 persen (yoy).

“Penyaluran kredit tumbuh positif jika dibandingkan triwulan I 2023 maupun triwulan II 2022,” kata Rommy.

Berdasarkan jenis, kata dia, penyaluran kredit modal kerja sebanyak Rp4,79 triliun atau 9,61 persen (yoy), kredit investasi Rp1,7 triliun atau terkontraksi 5,06 persen (yoy), dan kredit konsumsi Rp9,4 triliun atau tumbuh 7,01 persen (yoy).

Meski demikian, kredit konsumsi memiliki pangsa penyaluran yang terbesar dibandingkan kredit lainnya dengan capaian 58,99 persen.

“Dari sisi penggunaan, kredit konsumsi memiliki pangsa kredit paling banyak,” ucap Rommy.

Ia melanjutkan dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan di Papua Barat dan Papua Barat Daya pada triwulan II 2023 sebanyak Rp17,04 triliun.

Realisasi DPK mengalami peningkatan sebesar 7,68 persen (yoy) apabila dibandingkan dengan kondisi triwulan yang sama tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan DPK triwulan II 2023 lebih rendah dari triwulan I 2023 yang mencapai 13 persen (yoy).

“Pertumbuhan DPK ditopang oleh peningkatan seluruh jenis simpanan masyarakat di bank,” ujar Rommy.

Ia menjelaskan simpanan jenis giro mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu 13,97 persen (yoy), disusul deposito dengan peningkatan 7,15 persen (yoy) dan tabungan yang juga meningkat 4,06 persen (yoy).

Dengan demikian, Loan to Deposit Rasio (LDR) tercatat 93,97 persen pada triwulan II 2023 dan menjadi indikator kemampuan likuiditas perbankan di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Nilai batas bawah-atas untuk indikator kewajaran LDR perbankan yang diatur oleh Bank Indonesia adalah pada kisaran 78-100 persen.

“Di mana dana yang dihimpun, mampu disalurkan melalui kredit perbankan dengan optimal,” ucap Rommy.

Ia melanjutkan aset perbankan pada triwulan II 2023 tercatat sebanyak 20,6 triliun atau tumbuh 4,26 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2022.

Akan tetapi, kinerja pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan kondisi triwulan I 2023 yang mencapai 7,45 persen (yoy).

“Kalau NPL (Non-Performing Loan atau kredit bermasalah) triwulan II 2023 sebanyak Rp0,5 triliun atau 3,24 persen dari total penyaluran kredit,” ujar Rommy Tamawiwy. (SWF)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.