EKONOMI

BPS: Ekspor Papua Barat di Desember 2023 Capai USD 316,21 Juta

MANOKWARI — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mencatat pada Desember 2023 nilai ekspor Papua Barat mencapai USD 316,21 juta, naik 33,90 persen dibandingkan dengan November 2023 yang sebesar USD 236,16 juta.

Ekspor migas tercatat USD 313,46 juta, naik 33,57 persen dibandingkan November 2023 yang sebesar USD 234,68 juta. Lalu nilai ekspor nonmigas tercatat sebesar USD 2,75 juta, naik 88,22 persen dibandingkan November 2023 yang sebesar USD 1,48 juta.

“Bahan bakar mineral merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar mencapai USD 313,46 juta,” ungkap Kepala BPS Papua Barat, Merry saat konferensi pers Berita Resmi Statistik di Manokwari, Kamis (1/2/2024)..

Adapun pertumbuhan ekspor secara tahunan pada Desember 2023 kembali mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan Desember 2022, yaitu ekspor nonmigas sebesar 23,62 persen dan migas sebesar 3,50 persen.

Selain itu, BPS mencatat sepuluh negara tujuan ekspor Papua Barat pada Desember 2023 masih didominasi wilayah Asia sebesar 95,37 persen atau bernilai USD 301,56 juta. Disusul wilayah Amerika sebesar 4,44 persen atau bernilai USD 14,06 juta.

“0,19 persen sisanya atau bernilai USD 0,03 juta ke wilayah lainnya,” ujarnya.

Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai ekspor sebesar USD 219,35 juta dan kontribusi ekspor sebesar 69,37 persen. Disusul Jepang dengan nilai ekspor USD 42,07 juta atau 13,31 persen dan Korea Selatan dengan nilai ekspor sebesar USD 38,83 juta atau 12.28 persen.

Merry menyebut, tidak ada dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang masuk ke Papua Barat pada Desember 2023.

“Pertumbuhan impor Papua Barat pada Desember 2023, baik secara bulanan maupun tahunan, mengalami penurunan,” ucapnya.

Sementara itu, BPS juga mencatat neraca perdagangan Papua Barat pada Desember 2023 mengalami surplus sebesar USD 316,21 juta. Surplus neraca perdagangan Desember naik USD 80,05 juta dibandingkan November 2023 sebesar USD 236.16 juta.

“Angka tersebut masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan priode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mencapai nilai USD 288,19 juta,” kata Merry.

Adapun neraca perdagangan ekspor-impor Papua Barat pada Desember 2023 mengalami surplus sebesar USD 3.056,92 juta, sedangkan pada tahun sebelumnya mengalami surplus sebesar USD 2.695,77 juta.

Menurut Merry, surplus neraca perdagangan pada Desember 2023 lebih ditopang oleh komoditas migas sebesar USD 3.026,65 juta. Hal ini disokong oleh komoditas penyumbang surplus utama, yaitu bahan bakar mineral seperti gas sebesar USD 3.017,12 juta, minyak mentah sebesar USD 5,38 juta, dan hasil minyak sebesar USD 4,15 juta.

“Jika dilihat secara kumulatif dari Januari sampai dengan Desember 2023, neraca perdagangan Papua Barat tahun 2023 lebih tinggi dibandingkan dengan priode yang sama pada tahun sebelumnya,” kata Merry. (sem)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.