EKONOMI

BPS: Tingkat Hunian Kamar Hotel di Papua Barat Turun

MANOKWARI – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Papua Barat pada Juli 2022 sebesar 44,37 persen atau turun 9,86 poin (m-to-m) dibandingkan Juni 2022 (54,23%). Namun secara y-on-y TPK Papua Barat mengalami kenaikan sebesar 15,56 poin.

“Secara m-to-m turun, namun secara y-ony naik karena pada Juni ada even Y-20 di Papua Barat,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Papua Barat Maritje Pattiwaelapia saat melaporkan TPK Hotel Papua Barat yang diikuti secara daring, Kamis (1/9/2020).

Maritje melanjutkan, untuk rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik (gabungan) pada hotel bintang di Provinsi Papua Barat selama Juli 2022 mencapai 1,95 hari. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan rata-rata menginap tamu asing dan domestik (gabungan) pada Juni 2022 yang hanya 1,89 hari.

Secara terpisah, rata-rata lama menginap tamu asing Juni 2022 adalah 1,45 hari, mengalami penurunan 0,20 poin dibanding Juni 2022 yang mencapai 1,65 hari. Sedangkan rata-rata lama menginap tamu domestik pada Juli 2022 adalah 1,96 hari. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan rata-rata menginap tamu domestik pada Juni 2022 yang hanya 1,89 hari.

“Jadi rata-rata orang menginap itu satu sampai dua hari saja,” kata Maritje.

Jika dibandingkan dengan kota-kota di Sulawesi, Maluku, Papua (sulampua) Papua Barat berada di posisi keempat.

“Sektor ini juga perlu didorong, karena jika meningkat tentu akan berpengaruh terhadap perekonomian daerah,” ujarnya.

Perkembangan pariwisata

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat juga melaporkan, perkembangan pariwisata khususnya Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada tahun 2020 hingga awal 2022 mengalami kecenderungan yang berbeda. Terjadinya pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 memukul industri pariwisata di Provinsi Papua Barat.

Hal ini terlihat dari angka TPK yang terpuruk sejak Maret 2020. Mulai dari Maret hingga Oktober 2020 TPK hotel bintang selalu berada di bawah angka 50 persen. TPK baru mulai merangkak naik pada Bulan November 2020 dan mencapai puncaknya pada bulan Desember 2020 yang mencapai 58,51 persen.

Memasuki awal 2021, yaitu pada Januari, TPK hotel bintang tercatat lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020. Meskipun demikian, pada Maret hingga Juni 2021 TPK hotel bintang lebih tinggi dibanding periode sama tahun 2020 dan kembali berada di bawah tahun 2020 pada Juli dan Agustus.

TPK kembali mengalami peningkatan di September hingga November 2021. Angka TPK tersebut kembali mengalami penurunan di Desember 2021 yaitu ke angka 53,76 persen.

Memasuki tahun 2022, kinerja perhotelan lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari TPK Januari hingga Maret 2022 selalu lebih tinggi dari TPK Januari hingga Maret 2021.

Namun, TPK di April mengalami penurunan hingga menyebabkan angka TPK di bulan tersebut lebih rendah dari TPK di bulan yang sama tahun sebelumnya. Pada Mei hingga Juli, angka TPK tahun 2022 selalu di atas angka TPK di bulan yang sama tahun sebelumnya. (PB23)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.