EKONOMI

Gantikan Raja Ampat, Promosi Festival Roon Wondama Ditingkatkan

WASIOR – Pemerintah Provinsi Papua Barat meningkatkan promosi Festival Roon Wondama di Kabupaten Teluk Wondama untuk menggantikan Raja Ampat yang telah menjadi milik Provinsi Papua Barat Daya.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata Papua Barat Yakobus Basongan, mengatakan penyelenggaraan Festival Roon Wondama pada 7-9 September 2023 menjadi ajang promosi keindahan alam dan alam bawah laut yang berada dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC).

“Kawasan TNTC di Kabupaten Teluk Wondama akan menjadi Raja Ampat yang baru, sehingga perlu promosi yang masif,” kata Yakobus Basongan di Wondama, Minggu (10/9/2023), dilansir Antara.

Menurut dia pengembangan infrastruktur pariwisata memerlukan sinergi kolaborasi dan komitmen bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten setempat.

Pemerintah daerah juga membutuhkan dukungan dari masyarakat untuk berperan aktif melestarikan lingkungan agar upaya pengembangan pariwisata berjalan maksimal sesuai ekspektasi bersama.

“Sekarang ada program pemerintah yakni bangga berwisata di Indonesia. Oleh sebabnya perlu sinergi dan komitmen yang kuat untuk pengembangan pariwisata,” jelas Yakobus.

Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor mengajak semua komponen masyarakat termasuk DPRD bersama-sama mewujudkan kabupaten berjuluk ‘Tanah Peradaban Orang Papua’ sebagai pusat wisata andalan di Papua Barat.

Pemerintah kabupaten saat ini telah melakukan pengembangan bandar udara guna mendukung promosi Festival Roon Wondama yang telah dinobatkan sebagai Kharisma Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.

“Kami tidak mengecilkan Kabupaten Kaimana yang memiliki destinasi Teluk Triton, tapi Wondama punya potensi menggantikan Raja Ampat,” ujar Hendrik Mambor.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat Rommy Sariu Tamawiw menuturkan, pemerintah daerah harus menerapkan konsep 3 A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) dalam perencanaan pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Konsep atraksi wisata berkaitan dengan seni, budaya, warisan sejarah, tradisi lokal, dan kekayaan alam yang menjadi daya tarik wisatawan. Konsep amenitas adalah fasilitas umum penunjang yang penting diperhatikan dalam pengembangan pariwisata seperti rumah ibadah, air bersih, dan lain-lain.

“Kemudian konsep aksesibilitas itu berkaitan dengan sarana prasarana supaya memberikan kenyamanan bagi wisatawan saat berwisata,” kata Rommy Sariu. (ANT)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.