Harga Cabai dan Beras Terus Merangkak Naik

BANDAR LAMPUNG – Harga sejumlah bahan pokok, seperti cabai merah, terpantau terus mengalami kenaikan di sejumlah daerah. Kenaikan harga juga terjadi pada beras berbagai kualitas.

Di pasar tradisional Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, harga cabai merah naik telah mencapai Rp 50 ribu per kg pada Selasa (24/1). Menurut pedagang di Pasar Pasir Gintung, Kota Bandar Lampung, kenaikan harga cabai karena petani belum memasuki masa panen. Sedangkan, harga beras naik karena masuk musim gadu.

“Sekarang harga cabai merah sudah naik jadi Rp 50 ribu per kilogram,” kata Mulyanto, pedagang sayur-mayur di Pasar Pasir Gintung, Bandar Lampung, Selasa (24/1/2023).

Menurut dia, kenaikan harga juga dipengaruhi meningkatnya permintaan menjelang bulan Ramadhan dua bulan mendatang. Sementara, petani cabai di Lampung maupun di Jawa rata-rata belum memasuki masa panen.

Ia mengatakan, harga cabai merah dalam kondisi normal berkisar Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kg. Namun, seiring dengan meningkatnya permintaan karena banyak yang ingin menggelar hajatan menjelang sebelum bulan Ramadhan, harga pun akhirnya mengalami kenaikan.

Komoditas lainnya yang harganya naik signifikan adalah beras. Pedagang beras di Pasar Tani Kemiling menyatakan, harga beras naik sejak sepekan terakhir. Kenaikan dipicu petani di sentra produksi gabah di Lampung belum memasuki masa panen.

Harga beras asalan (kualitas rendah) yang sebelumnya sekitar Rp 8.500–Rp 9.000 per kg, naik menjadi Rp 10.200 sampai 11.300 per kg. Sedangkan, beras kualitas medium naik dari Rp 11 ribu per kg menjadi Rp 12 ribu per kg. Sementara, harga beras premium dari Rp 12 ribu per kg menjadi Rp 13 ribu per kg.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengatakan, sentra beras di Lampung sedang memasuki musim gadu. Artinya, gabah yang tersisa masih disimpan petani dan sebagian ada yang dijual. “Sekarang musim gadu,” kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi, Selasa (24/1/2022).

Menurut dia, stok beras di wilayah Lampung masih cukup aman. Akan tetapi, Pemprov telah menurunkan tim untuk mengecek kenaikan harga beras di daerah. Kenaikan harga beras hingga Januari 2023 ini salah satunya karena belum memasuki masa panen serta tingginya biaya produksi dan harga bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional, harga rata-rata cabai rawit merah pada Selasa (24/1) sebesar Rp 51.580 per kg. Sedangkan, harga cabai merah keriting sebesar Rp 37.940 per kg.

Di daerah lain, harga cabai keriting yang dijual para pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyentuh Rp Rp 90 ribu-Rp 100 ribu per kg. Ini merupakan dampak dari kurangnya pasokan cabai dari daerah penghasil cabai.

Pedagang cabai keriting di Pasar Fatubesi, Kupang, Okto Tefa mengatakan, harga cabai mulai naik hingga menembus Rp100 ribu per kg sejak perayaan hari raya Natal 25 Desember 2022 dan tahun baru 2023.

Menurut dia, mahalnya harga cabai di Kota Kupang merupakan dampak dari berkurangnya pasokan cabai dari daerah produksi cabai, seperti Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan dan Rote Ndao akibat curah hujan yang tinggi. “Kondisi cuaca buruk dengan curah hujan yang tinggi dalam bulan ini juga ikut berpengaruh pada terbatasnya pasokan cabai dari daerah produksi sehingga berpengaruh pada mahalnya harga cabai di pasaran,” kata Okto Tefa.

Bank Indonesia (BI) sebelumnya menyampaikan, berdasarkan survei pemantauan harga pada pekan kedua Januari 2023, diperkirakan terjadi inflasi sebesar 0,41 persen dibandingkan bulan lalu. Komoditas utama penyumbang inflasi Januari 2023 sampai dengan pekan kedua adalah cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan beras. (ANT)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: