EKONOMI

Hunian Kamar Hotel di Papua Barat Naik 48,83 Persen

MANOKWARI – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang di Provinsi Papua Barat pada bulan Agustus 2022 tercatat sebesar 48,83 persen atau meningkat 4,46 poin (m-to-m) dibandingkan bulan Juli 2022 (44,37 persen).

“Ada beberapa even di Papua Barat seperti kunjungan anggota DPR RI terkait pemekaran wilayah dan juga kunjungan pejabat pemerintah terkait bencana banjir di Sorong dan even lainnya yang mendorong TPK mengakibatkan TPK mengalami peningkatan,” jelas kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaelapia, Senin (3/10/2022).

Sedangkan jika dibanding dengan TPK Agustus 2021 yang tercatat sebesar 35,76 persen, TPK Agustus 2022 mengalami peningkatan sebesar 13,07 poin (y-on-y).

“Kita berharap jika TPK meningkat juga punya dampak terhadap perekonomian Papua Barat,” jelas dia.

Dia melanjutkan, untuk rata-rata lama menginap tamu, baik domestik maupun asing mencapai 1,86 hari (1 – 2 hari) atau mengalami penurunan 0,09 poin dibandingkan bulan Juli 2022 (1,95 hari).

“Lama menginap tamu domestik adalah selama 1,87 hari dan tamu asing selama 1,49 hari,” sambung Maritje.

Dia melanjutkan TPK hotel Papua Barat paling tinggi yakni 48,43 persen dibandingkan dengan kota-kota Sulampua dan Nasional.

“Haparannya menjelang akhir tahun sektor ini meningkat dan mempunyai multy player efek untuk sektor lainnya,” pungkas dia.

Perkembangan Pariwisata

Terjadinya pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 memberikan pukulan bagi industri pariwisata di Provinsi Papua Barat. Hal ini terlihat dari angka TPK yang terpuruk sejak Maret 2020. Mulai dari bulan Maret hingga Oktober 2020 TPK hotel bintang selalu berada dibawah angka 50 persen.

Meskipun demikian, berdasarkan catatan dari Badan Pusat Statistik Papua Barat TPK mulai merangkak naik pada Bulan November 2020 dan mencapai puncaknya pada bulan Desember 2020 yang mencapai 58,51 persen.

Memasuki awal tahun 2021, yaitu pada Bulan Januari, TPK hotel bintang tercatat lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020. Meskipun demikian, pada Maret hingga Juni 2021 TPK hotel bintang lebih tinggi dibanding periode sama tahun 2020 dan kembali berada di bawah tahun 2020 pada bulan Juli dan Agustus.

TPK kembali mengalami peningkatan di bulan September hingga November 2021. Angka TPK tersebut kembali mengalami penurunan di bulan Desember 2021 yaitu ke angka 53,76 persen.

Memasuki tahun 2022, kinerja perhotelan lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari TPK Januari hingga Maret 2022 selalu lebih tinggi dari TPK Januari hingga Maret 2021.

Namun, TPK di bulan April mengalami penurunan hingga menyebabkan angka TPK dibulan tersebut lebih rendah dari TPK dibulan yang sama tahun sebelumnya. Di bulan Mei hingga Agustus, angka TPK tahun 2022 selalu di atas angka TPK dibulan yang sama tahun sebelumnya. (PB23)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.