EKONOMI

IPM Papua Barat Terus Merangkak Naik

MANOKWARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat menilai peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Papua Barat terus berlanjut dan semakin menguat.

Hal itu nampak pada tren pertumbuhan ekonomi tahunan Papua Barat yang menunjukan fase pemulihan ekonomi sejak kwartal ketiga tahun 2021 dan mulai tumbuh positif secara persisten sejak kwartal kedua tahun 2022.

Kondisi yang sama terjadi pada ketenagakerjaan Papua Barat sudah semakin pulih, terlihat pada tingkat pengangguran yang telah mendekati kondisi sebelum pandemi.

“Selain itu tingkat kemiskinan Papua Barat pasca pandemi juga menunjukkan tren yang menurun sejak September 2021,” kata Kepala BPS Papua Barat, Merry, dalam rilis IPM Provinsi Papua Barat tahun 2023 secara daring di Manokwari, Rabu (15/11/2023).

Peningkatan kualitas SDM Papua Barat itu tergambar pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua Barat yang terus merangkak naik sejak tahun 2020 hingga 2023, walaupun belum mencapai angka rata-rata nasional. IPM Indonesia pada 2023 mengalami peningkatan 0,84 persen dari 73,77 di 2022 menjadi 74,39.

Di antaranya tahun 2020 angka IPM hanya 65,94. Pada tahun 2021 angka IPM Papua Barat menunjukkan 66,11 atau tumbuh 0,26 persen dibandingkan 2020. Tahun 2022 IPM Papua Barat mencapai 66,71 atau tumbuh 0,92 persen dibanding 2021. Dan di tahun 2023 IPM Papua Barat mencapai 67,47 atau tumbuh 1,12 persen.

“Pertumbuhan IPM Papua Barat menjadi yang tertinggi ketiga di tahun 2023 sebesar 1,12 persen dengan rata-rata pertumbuhan IPM 2020-2022 sebesar 0,59 persen,” kata dia.

Merry menjelaskan, IPM Papua Barat tahun 2023 mengalami pertumbuhan pada semua dimensi. Hal itu baik pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, maupun standar hidup layak.

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada 2023 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 68,51 tahun. Angka tersebut meningkat 0,28 tahun atau 0,41 persen dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.

Lalu pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah (HLS) penduduk umur tujuh tahun meningkat 0,01 tahun atau 0,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 13,21 menjadi 13,34 tahun dan rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,06 tahun atau 1,15 persen. Lalu, dari 7,84 tahun menjadi 7,93 tahun pada 2023.

Sementara dari dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun meningkat jadi Rp 303 ribu. Angka tersebut naik 3,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2023 seluruh provinsi memiliki pertumbuhan IPM lebih tinggi dibandingkan dengan periode 2020-2022, termasuk IPM Papua Barat.

“Pertumbuhan IPM Papua Barat menjadi yang tertinggi ketiga di tahun 2023 sebesar 1,12 persen dengan rata-rata pertumbuhan IPM 2020-2022 sebesar 0,59,” kata Merry. (fan)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.