EKONOMI

Kuartal III 2020, Kinerja Hulu Migas Capai Target Revisi

  • Lifting migas 1.689 BOEPD

 MANOKWARI, papuabaratnews.co Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan, kinerja hulu migas pada kuartal III-2020 mampu mencapai target revisi yang ditetapkan, walaupun harga minyak dunia tertekan akibat pandemi Covid-19.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan hingga September 2020 lifting migas sebesar 1.689 ribu barel minyak ekivalen per hari (BOEPD) dengan rincian lifting minyak sebesar 706,2 ribu barel minyak per hari (BOPD) atau 100,2% dari target Anggaran Pendapatan Negara Perubahan (APBN-P) sebesar 705 ribu BOPD.

“Dengan koordinasi yang erat dan kerja keras SKK Migas dan KKKS kita dapat mencapai target revisi yang ditetapkan,” kata Dwi Soetjipto dikutip dari website resmi SKK Migas, Jumat pekan lalu.

Ia melanjutkan, untuk lifting (salur) gas tercatat sebesar 5.502 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 99,3% dari target APBN-P yakni 5.556 MMSCFD. Dan, realisasi ICP US$ 42/barel atau lebih tinggi dari yang digunakan pada saat penetapan APBN-P sebesar US$38/barel. Munculnya Covid-19 gelombang kedua, diperkirakan akan menyebabkan ICP rata-rata per tahun sebesar US$ 40/barel, sehingga outlook penerimaan negara dari sektor hulu migas di akhir 2020 akan mencapai US$ 7,21 miliar.

“Sehingga menghasilkan penerimaan negara sebesar US$ 6,99 miliar atau 119% melebihi target APBN-P sebesar US$ 5,86 miliar,” jelas dia.

Dwi menambahkan, pencapaian tersebut membutuhkan kerja keras SKK Migas-KKKS bekerja sama degan stakeholder untuk merealisasi investasi dan memaksimalkan lifting.

Realisasi investasi hulu migas sampai September sebesar US$ 6,9 miliar. Realisasi investasi terbesar dilakukan oleh seperti Pertamina E&P, CPI, Pertamina Hulu Mahakam, BP Berau dan Eni East Sepinggan.

“Saat kondisi sulit seperti ini, tentunya negara membutuhkan adanya perputaran ekonomi, kami yakin investasi hulu migas akan menciptakan multiplier effect bagi ekonomi Indonesia sehingga dapat memulihkan perekonomian,” ucap Dwi.

Fokus jangka panjang

Untuk mengawal keberlangsungan kegiatan usaha hulu migas, SKK Migas mencanangkan empat strategi untuk mendukung long term plan (LTP), yaitu Improving Existing Asset Value, Resource to Production (R to P), Enhanced Oil Recovery (EOR), dan eksplorasi.

Pada September 2020, SKK Migas berhasil menyelesaikan survei seismik 2D di open area sepanjang 25.150 kilometer (KM) dan di wilayah kerja aktif sepanjang 1.779 KM sehingga total saat ini mencapai 26.929 KM.

“Kita menunggu pemrosesan data hasil eksplorasi hingga hasil evaluasi bawah permukaan, apakah terdapat area terbuka yang layak ditindaklanjuti dengan melakukan pengeboran eksplorasi guna mencari sumber-sumber migas baru dalam dua hingga tiga tahun kedepan,” kata Dwi.

Selain itu, sepanjang 2020 telah dilakukan 11 pemboran sumur eksplorasi dengan sukses rasio mencapai 55%. Juga dilaksanakan pemboran sumur dengan target big fish-giant sebanyak 6 sumur wildcat dengan 2 sumur mengkonfirmasi penemuan.

Ia melanjutkan, pihaknya pun tetap memprioritaskan kegiatan-kegiatan untuk menemukan cadangan migas baru. Hal ini sejalan untuk mencapai visi produksi minyak 1 juta BOPD dan 12.000 MMSCFD gas di tahun 2030.

“Meskipun dampak pandemi Covid-19 dan harga minyak yang rendah telah mengoreksi pencapaian LTP sebesar 2,7% dan diharapkan tahun 2022/2023 sudah sesuai rencana awal kembali,” ucap Dwi Soetjipto.

Ia menerangkan bahwa SKK Migas berhasil mempercepat proses Plan Of Development (POD). Kegiatan ini merupakan upaya untuk mempertahankan cadangan migas secara berkelanjutan dengan target Reserve Replacement Ratio (RRR) mencapai 100 persen setiap tahunnya. Hingga September 2020 RRR telah mencapai 69,6% dari penyelesaian 15 POD dengan penambahan cadangan sebesar 514 juta barel minyak ekivalen (MMBOE).

“Terkait dengan penyelesaian proyek migas, SKK Migas telah menyelesaikan 9 proyek dari 14 proyek yang akan onstream tahun ini. Dari kesembilan proyek tersebut, diperoleh tambahan produksi sebesar 3.182 BOPD dan 296 MMSCFD,” terang dia.

Melihat hal-hal tersebut Dwi optimis capaian target 1 juta BOPD tahun 2030 kemungkinan tidak banyak berubah, jika pandemi Covid-19 dapat dikendalikan mulai tahun 2021. (PB15)

“Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 27 Oktober 2020”

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.