EKONOMI

Manokwari Dapat Penambahan Daya 20 Mw

  • Program Indonesia Terang

MANOKWARI, papuabaratnews.co Perusahaan Listrik Negara (Persero) terus melakukan pembenahan infrastruktur kelistrikan di Kabupaten Manokwari. Beban penggunaan listrik di Manokwari saat ini mencapai 29 Megawatt (Mw) atau setara 29 ribu Kilowatt (Kwh). Tahun 2020, Kabupaten Manokwari akan memperoleh penambahan daya sebesar 20 Mw dari pemerintah melalui program nasional Indonesia Terang.

“Sebagai solusi untuk dapat menunjang beban pemakaian listrik daerah, Manokwari akan mendapat tambahan daya sebesar 20 Mw,” kata Kepala UPT PLN cabang Manokwari, Sulistyo, ketika dikonfirmasi awak media, pekan lalu.

Ia menjelaskan, beban pemakaian listrik daerah Manokwari terus meningkat setiap tahunnya. Sebelum dibantu Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Anday berkapasitas 20 Mw, Manokwari mendapat bantuan suplay daya listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pabrik Semen (Conch) Maruni, dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sanggeng dan Prafi.

“Sejak mulai beroperasinya PLTMG Anday, bantuan suplay daya listrik dari PLTU Pabrik Semen kita setop sementara,” ujar Sulistyo.

Dalam kesempatan itu, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Papua, Reisal Ramhati Hasoloan, menuturkan, PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah berkomitmen dalam percepatan pembangunan dibidang penyediaan listrik. Komitmen tersebut tergambar dalam program nasional Indonesia Terang yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo, melalui pembangunan infrastruktur dasar listrik dengan total kapasitas mencapai 35.000 Mw.

“PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) sebelumnya-kan sudah beroperasi. Akan ditambah lagi 20 Mw, dimulai dengan pembangunan gardu induk dan transmisi sampai ke dataran Distrik Prafi,” ucap dia.

Selain Manokwari, sambung Hasoloan, beberapa kabupaten lain di Provinsi Papua Barat juga akan mendapat tambahan daya listrik seperti Kabupaten Teluk Bintuni sebesar 10 Mw, Kabupaten Fakfak 10 Mw, dan Kabupaten Kaimana 10 Mw. Sedangkan Kabupaten Raja Ampat, belum direalisasi karena ada perubahan penambahan dayanya.

“Rencananya tambahan daya untuk Raja Ampat itu 10 Mw, tapi ternyata terlalu kecil jadi masih harus direvisi,” ujar Hasoloan.

“Sedangkan untuk Kabupaten Sorong sudah ada pembangunan PLTMG 50 Mw. Itu masih akan ditindak lanjuti dengan penambahan PLTU 27 Mw yang dipindahkan dari Timika ke Sorong,” katanya menambahkan.(PB13)

Artikel ini telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 19 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.