Nilai Tukar Petani Papua Barat Naik Tipis 0,10 Persen

MANOKWARI –  Badan Pusat Statistik melaporkan Nilai Tukar Petani di Papua Barat pada Juli 2022 sebesar 101,05 atau naik 0,10 persen.  Jika dibandingkan dengan NTP bulan Juni 2022, NTP Juli 2022 kenaikannya sangat tipis.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Papua Barat, Lasmini saat menggelar konferensi pers di Manokwari, Senin (1/7/2022) menjelaskan, kenaikan NPT di Papua Barat disebabkan dari indeks harga yang diterima dari petani (it) mengalami peningkatan sebesar 111,50 atau naik 0,78 persen. Dengan komoditas penyumbang adalah cabai rawit, sapi potong, cakalang dan pisang.

Sedangkan indeks harga yang dibayar oleh petani (ib) pada Juli 2022 juga mengalami peningkatan, namun tidak signifikan. Dimana harga yang dibatar petani pada Juli 2022 sebesar sebesar 110,35 atau naik 0,68 persen. Dimana komoditas yang menyumbang ib adalah bawang merah, bawang putih, bakalan sapi dan cabai rawit.

“Dengan komoditas penyumbang adalah komoditas yang menyumbang ib adalah bawang merah, bawang putih, bakalan sapi dan cabai rawit,” jelas Lasmini saat menggelar konferensi pers di Manokwari, Senin (1/7/2022).

Jika dilihat dari sub sector, kata Lasmini peningkatan terjadi di sector holtikultura, peternakan dan perikanan. Sementara sub sector yang mengalami penurunan yang cukup signifikan adalah tanaman perkebunan rakyat.

Dia melanjutkan, untuk nilai tukar usaha petani (NTUP) sebesar 104,36 naik 0,61 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Keniakan ini ditopang indeks harga yang diterima petani yang meningkat sebesar 111,50.

Sementara inflasi pedesaan atau indeks konsumsi rumah tangga (IKRT), 111,40 naik 0,82 persen.

“Semua konsumsi rumah tangga mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi didominasi kelompok makanan minuman dan tembakau,” pungkasnya. (PB23)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: