Papua Barat Catat Deflasi Februari 1,33 Persen

MANOKWARI – Badan Pusat Statistik mengungkapkan, Provinsi Papua Barat mengalami deflasi gabungan pada Februari 2022 sebesar 1,33% (month to month/mtm).

Deflasi terjadi karena sejumlah kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks harga. Antara lain, kelompok transportasi, makanan dan minuman, informasi dan jasa keuangan, serta kelompok rekreasi dan olahraga.

Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia, mengatakan, penurunan indeks yang paling signifikan terjadi disumbang oleh kelompok transportasi sebesar 4,68% dengan andil deflasi 0,52. Di Manokwari, indeks harga transportasi turun hingga 7,09% mtm. Sedangkan di Kota Sorong, turunnya mencapai 3,97% mtm.

“Indeks harga angkutan udara turun signifikan, baik di Manokwari maupun Kota Sorong,” kata Maritje Pattiwaellapia saat menggelar konferensi pers di Manokwari, Selasa (1/3/2022).

Maritje menuturkan, turunnya indeks harga angkutan udara disebabkan oleh efisiensi rute dan adanya penambahan rute tertentu dari pihak maskapai, kemudian tingginya angka positif Covid-19 mengakibatkan masyarakat mengurangi niat untuk bepergian ke luar daerah. “Permintaan tiket pesawat berkurang,” ujarnya.

Dia melanjutkan, penurunan indeks kelompok makanan dan minuman mencapai 2,66%. Untuk Manokwari, deflasi kelompok ini tercatat 1,7% mtm dan Kota Sorong 2,9% mtm.

Penurunan indeks harga kelompok ini dipengaruhi banyaknya stok di pasaran. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya stabilisasi harga agar tidak mengakibatkan deflasi yang mendalam ataupun terjadinya lonjakan inflasi. “Ya perlu operasi pasar dari Tim Pengendali Inflasi,” turunnya.

Apabila dicermati dari sisi komoditas, maka terdapat lima komoditas yang memiliki andil deflasi terbesar baik di Kota Sorong maupun Manokwari.

Infografis. Sumber: BPS Papua Barat

Untuk Kota Sorong, lima komoditas tersebut adalah angkutan udara, cabai rawit, ikan teri, ikan kembung, dan sawi hijau. Sementara di Manokwari terdapat komoditas angkutan udara, cabai rawit, ikan ekor kuning, tomat, dan sirih.

“Lima komoditas ini mengalami penurunan harga dan mendorong terjadinya deflasi,” terang dia.

Namun, sambung dia, ada lima komoditas yang justru mengalami kenaikan indeks harga atau inflasi baik di Kota Sorong maupun Manokwari. Akan tetapi, andilnya tidak terlalu signifikan. Lima komoditas yang mengalami inflasi di Manokwari adalah ikan oci, kacang panjang, bayam, kangkung, dan daging ayam. Sementara di Kota Sorong meliputi, bahan bakar rumah tangga, ikan oci, rokok putih, cat tembok dan upah asisten rumah tangga.

Sebagai informasi, deflasi 1,33% mtm pada Februari 2022 merupakan deflasi gabungan dua kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Papua Barat yakni Kota Sorong dan Manokwari.

Sedangkan inflasi tahun kalender, BPS mencatat Papua Barat mengalami deflasi 0,56%, sedangkan secara tahunan justru terjadi inflasi sebesar 3,15% year on year (yoy). Untuk Kota Sorong, deflasinya 1,43% mtm dan Manokwari 1,43% mtm. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: