EKONOMI

Pekan Pertama 2023, Rupiah dan IHSG Tertekan

JAKARTA – Pergerakan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan sepanjang pekan ini. Tekanan tersebut terutama disebabkan pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS), the Federal Reserve atau the Fed, yang memberi sinyal akan tetap memperketat kebijakan moneternya.

Pada penutupan perdagangan Jumat (6/1), kurs rupiah di Jisdor berada di level Rp 15.635 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 63 poin dibandingkan awal tahun atau tepatnya Senin (2/1) yang berada di level Rp 15.572 per dolar AS.

“Sentimen yang membuat rupiah melemah yaitu sinyal the Fed yang akan tetap mempertahankan kebijakan moneter suku bunga tinggi,” kata Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra, Jumat (6/1/2022).

The Fed berencana menaikkan lagi suku bunga acuannya untuk menekan tingkat inflasi AS yang belum mencapai target 2 persen. Inflasi AS saat ini masih bertengger di atas 7 persen.

Menurut Ariston, kekhawatiran pasar terhadap potensi perlambatan ekonomi pada 2023 menjadi alasan pelaku pasar enggan masuk ke aset berisiko. Para pelaku pasar lebih memilih aset aman, seperti dolar AS dan emas.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pelemahan rupiah masih akan terus terjadi. Menurut dia, sejumlah faktor global dapat memicu lonjakan inflasi pada tahun ini, mulai dari potensi perlambatan ekonomi di Cina, kenaikan harga di Eropa, hingga berlanjutnya perang Rusia-Ukraina.

“Kalau seandainya data inflasi AS yang akan datang di atas 7,1 persen, kemungkinan besar dolar AS akan kembali menguat dan berdampak terhadap mata uang rupiah, diperkirakan rupiah bisa tembus Rp 16 ribu dolar AS tahun ini,” kata Ibrahim.

Selain rupiah, tekanan juga terjadi di pasar saham. Pada Jumat, IHSG memang ditutup naik 0,46 persen ke level 6.684,55 dibandingkan dengan hari sebelumnya. Meski demikian, jika diakumulasi selama sepekan terakhir, kinerja pasar saham mengalami penurunan signifikan sebesar 2,42 persen.

Koreksi paling dalam terjadi pada perdagangan Kamis (5/1) dengan pelemahan IHSG mencapai 2,34 persen. Penurunan saham energi menjadi pemberat laju IHSG sepanjang pekan ini.

Saham-saham perusahaan batu bara terpangkas cukup dalam selama sepekan. “Saham batu bara melemah setelah ada pengumuman bahwa Pemerintah Cina secara perlahan akan mengangkat pembatasan impor batu bara dari Australia yang berpotensi memengaruhi permintaan atas batu bara Indonesia,” demikian analisis dari Eastspring Investments.

Investor asing tercatat melakukan ambil untung dengan penjualan mencapai lebih dari Rp 800 miliar sejak awal tahun. Eastspring Investments melihat adanya arus dana menuju pasar saham Cina seiring dengan rencana pembukaan kembali perbatasannya.

Sentimen yang juga menekan kinerja pasar saham adalah potensi kenaikan suku bunga. Phillip Sekuritas Indonesia menyebut rilis data ekonomi AS terkini memberikan bukti-bukti bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih ketat. Hal itu mengikis harapan bahwa bank sentral akan menghentikan siklus kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Data ADP Employment Change memperlihatkan bahwa sektor swasta di AS menambah 235 ribu pegawai baru pada Desember, lebih tinggi dari 182 ribu pada bulan November dan jauh di atas estimasi pasar 150 ribu.

Sementara itu, data Initial Jobless Claims memperlihatkan bahwa pada pekan yang berakhir 31 Desember, jumlah penerima pertama kali tunjangan pengangguran turun menjadi 204 ribu orang. Itu tingkat terendah sejak September 2022, turun dari jumlah 223 ribu orang pada pekan sebelumnya.

Jumlah penerima tunjangan pengangguran selama paling tidak dua pekan beruntun (Continuing Claims) mencapai 1,69 juta untuk pekan yang berakhir 24 Desember atau turun dari 1,72 juta dan lebih baik dari estimasi pasar, 1,71 juta.

“Semua data ini memberi kesimpulan bahwa meskipun pertumbuhan pasar tenaga kerja AS mulai melambat di tengah siklus kenaikan suku bunga, permintaan tenaga kerja di AS masih cukup kuat,” kata Phillip Sekuritas Indonesia. (REP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.