EKONOMI

Perbankan di Papua Barat Diminta Genjot Penyaluran Kredit ke UMKM

MANOKWARI – Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw meminta idustri perbankan konvensional di provinsi itu meningkatkan penyaluran kredit lunak, khususnya bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk mrendorong pengembangan produk UMKM.

“Pengembangan produk UMKM perlu diperkuat dengan bantuan kredit dan pendampingan dari perbankan,” kata Paulus Waterpauw pada Pekan Olahraga dan Seni Perbankan (Porsebank) 2023 di Manokwari, Sabtu (12/8/2023).

Pemerintah provinsi, kata dia, memerlukan dukungan dari pihak perbankan demi merealisasikan berbagai program pembangunan kesejahteraan masyarakat di Papua Barat.

Program yang dimaksud seperti pengendalian inflasi, pengentasan kemiskinan, penanganan masalah balita gagal tumbuh akibat kurang gizi atau stunting, dan pendidikan.

“Selain itu ada program pelatihan keuangan bagi masyarakat terutama pelaku UMKM,” ucap Paulus Waterpauw.

Menurut dia upaya pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 tidak terlepas dari peran serta layanan prima dari perbankan kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

Hal itu tercermin dari penyediaan informasi kuangan terkini dan relevan melalui data kajian yang dieloborasi oleh Bank Indonesia, memperkuat upaya perbaikan laju pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

“Tentu saja data kajian itu dimanfaatkan pemerintah daerah dan pelaku usaha sebagai pedoman menentukan langkah yang tepat,” jelas Waterpauw.

Gubernur juga mengapresiasi penyelenggaraan Porsebank tahun 2023 di Manokwari, yang diinisiasi oleh Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Papua Barat.

Kegiatan tersebut menggambarkan sinergi kolaborasi yang kuat antarsektor perbankan dengan pemerintah daerah dalam melaksanakan tanggung jawab sosial bagi masyarakat.

“Porsebank jadi contoh nyata bahwa perbankan tidak hanya sekadar memberikan layanan perbankan saja tapi menjalankan tanggung jawab sosial,” ucap Waterpauw.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat Rommy Sariu Tamawiwy menjelaskan bahwa penyaluran kredit perbankan hingga triwulan II tahun 2023 mencapai Rp16,01 triliun atau tumbuh 6,27 persen secara tahunan.

Realisasi kredit triwulan II 2023 tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan triwulan I 2023 yaitu 5,98 persen (year on year/yoy), dan triwulan II 2022 sebesar 5,76 persen (yoy).

“Penyaluran kredit tumbuh positif jika dibandingkan triwulan I 2023 maupun triwulan II 2022,” kata Rommy.

Ia menjelaskan penyaluran kredit modal kerja tercatat Rp4,79 triliun atau 9,61 persen (yoy), kredit investasi Rp1,7 triliun atau terkontraksi 5,06 persen (yoy), dan kredit konsumsi Rp9,4 triliun atau tumbuh 7,01 persen (yoy).

Meski demikian, kredit konsumsi memiliki pangsa penyaluran yang terbesar dibandingkan kredit lainnya dengan porsi mencapai 58,99 persen.

“Dari sisi penggunaan, kredit konsumsi memiliki pangsa kredit paling banyak,” ucap Rommy. (SWF)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.