Permintaan Solar Subsidi Meningkat, Dirut Pastikan Pasokan dan Distribusi Aman

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) memastikan stok ketersediaan solar subsidi saat ini dalam kondisi aman. Bahkan Pertamina melakukan penambahan pasokan di SPBU meski telah melebihi kuota yang ditetapkan demi kelancaran distribusi ke masyarakat.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan sampai dengan Februari 2022 ini penyaluran solar subsidi telah dipenuhi Pertamina hingga mengalami kenaikan sekitar 10 persen. Pertamina dan pemerintah bersepakat untuk dilakukannya relaksasi penyaluran kuota, khususnya untuk daerah yang sudah over kuota.

“Sehingga dilakukan upaya normalisasi dengan penambahan pasokan solar subsidi sesuai permintaan di wilayah yang mengalami antrean,” kata Nicke, dalam keterangan tertulinya, Rabu, 30 Maret 2022.

Ia menegaskan ketahanan stok nasional BBM jenis solar dalam kondisi aman. Saat ini pasokan nasional untuk solar sebanyak lebih dari 1,9 juta kiloliter per hari atau mencakup kebutuhan 23 hari. Angka ini akan terus dijaga dan ditingkatkan setiap harinya melalui proses bisnis yang berjalan baik di Pertamina.

Hal itu mulai dari produksi minyak mentah di hulu, pengolahan BBM di kilang-kilang Pertamina, sampai memastikan kelancaran dan keamanan distribusi secara nasional. Adapun mengenai diatribusi, Nicke menjelaskan, distribusi produk BBM ini dilakukan Pertamina baik melalui darat, laut, maupun udara.

Sebanyak 95 kapal yang dioperasikan Pertamina melalui Pertamina International Shipping didedikasikan untuk mendistribusikan produk Pertamina ke seluruh Indonesia. Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga juga mengerahkan lebih dari 4.000 truk pengangkut BBM hingga ke pelosok negeri.

Selain itu, lanjut Nicke, upaya lain yang dilakukan Pertamina adalah melakukan koordinasi dengan aparat untuk pengamanan penyaluran solar subsidi dan penindakan penyelewengan solar subsidi. “Kami sudah bekerja sama untuk berkoordinasi dengan Intelijen Keamanan Kepolisian Republik Indonesia di seluruh wilayah distribusi atau penyaluran Pertamina,” ujarnya.

Nicke menambahkan, Pertamina melakukan koordinasi dan menyampaikan informasi ke pemerintah daerah terkait keterbatasan penetapan kuota solar subsidi dan dukungan regulasi untuk mengatur penyaluran solar subsidi, serta usulan penambahan kuota kepada BPH Migas.

“Kami juga memastikan ketersediaan solar nonsubsidi dan mendorong konsumen untuk membeli solar nonsubsidi,” imbuhnya.

Saat ini, konsumsi solar subsidi mencapai 93 persen dari total penjualan produk solar Pertamina. Sedangkan sisanya yang tujuh persen adalah konsumsi solar nonsubsidi yang lebih berkualitas seperti dexlite dan pertamina dex. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: